Berita Terkini
Busel

Disbud Busel Sosialisasi Pengelolaan Budaya Lokal Daerah

Oleh Redaksi Publiksatu / Rudi · Jumat, 4 Oktober 2019 16:55 WIB · 3 menit baca
Bagikan
Disbud Busel Sosialisasi Pengelolaan Budaya Lokal Daerah
Sosialisasi kekayaan warisan budaya lokal yang diselenggarakan Dinas Kebudayaan Busel di Sampolawa

PUBLIKSATU, BUTON SELATAN - Pemerintah Kabupaten Buton Selatan (Busel) melalui Dinas Kebudayaan menggelar sosialisasi pengelolaan kekayaan budaya lokal daerah, di gedung Tuani Sampolawa, Rabu (2/10).

Ketua pantia sosialisasis, Drs Arifin Imu mengatakan, kegiatan ini merupakan program wajib Dinas Kebudayaan sekaligus merespon amanat Undang-Undang nomor 11 tahun 2010 tentang Cagar Budaya. Dan Undang-Undang RI nomor 5 tahun 2017 tentang Pemajuan Kebudayaan Daerah.

Tujuannya kata dia, untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat dalam upaya memelihara,mengelola dan melestarikan warisan kekayaan budaya daerah.

"Kegiatan ini diikuti oleh 44 orang peserta terdiri dari pemerhati dan pelaku budaya serta tokoh adat di Kecamatan Sampolawa dan Kecamatan Lapandewa," kata Arifin Imu yang juga Kepala Bidang Sejarah, adat dan Tradisi Dinas Kebudayaan Kabupaten Buton Selatan ini.

Sosialisasi ini menghadirkan narasumber Kadis Kabudayaan dan sejumlah tokoh pemerhati budaya.

Dalam sambutanya, Kepala Dinas Kebudayaan Busel LM Yusuf Hibali SSos MSi menyampaikan Buton Selatan memiliki beragam kekayaan budaya yang merupakan warisan leluhur baik zaman kerajaan maupun kesultanan Buton.

"Kita masih menyaksikan dengan kokoh 33 benteng pertahanan, 18 baruga sebagai tempat penyelenggaraan adat dan tradisi serta beragam seni,dan cagar budaya lainnya," ujarnya.

Menurutnya, warisan kekayaan budaya tersebut perlu dipelihara dan dilestarikan agar tetap menjadi kekayaan budaya daerah. Dinas Kebudayaan sebagai OPD tehnis bidang kebudayaan memiliki tanggung jawab. Dalam mendorong optimalisasi pengelolaan kekayaan budaya lokal daerah.

Akan tetapi sangat diharapkan pula peran aktif para pemerhati, pelaku budaya dan tokoh adat serta seluruh komponen masyarakat. "Saya Yakin suatu saat Buton Selatan akan menjadi Destinasi Wisata benteng terbanyak," ujarnya.

Bupati Buton Selatan yang diwakili Asisten I membidangi Administrasi dan Kesra Drs LM Muslim Taangi MSi mengatakan, pemerintah Kabupaten Busel memberikan apresiasi dan penghargaan atas pelaksanaan kegiatan ini terlebih kehadiran peserta yang terdiri dari pemerhati, pelaku, dan tokoh budaya pada kecamatan Sampolawa dan Lapandewa.

Mengingat Buton Selatan memilki warisan keragaman kekayaan budaya yang harus dipelihara dan dilestarikan. Warisan budaya 33 benteng pertahanan yang masih berdiri kokoh merupakan bukti Sejarah kejayaan Kerajaan dan Kesultanan Buton disaat itu.

Dimana wilayah Busel merupakan bagian yang sangat strategi dan memilki peran penting dalam pertahanan. Begitu pula dengan warisan lainnya.

Karena itu dengan Jargon BUTON SELATAN BERADAT (Berdikari, Cerdas, Religius,Aman, dan Transparan) kata Muslim, pemerintah Kabupaten Busel berupaya turut mendorong pengelolaan kekayaan budaya lokal daerah. Sebagaimana tertuang dalam Pokok Pikiran Kebudayaan Daerah yang merupakan amanah Undang-Undang RI nomor 5 tahun 2017 tentan Pemajuan Kebudayaan.

Dalam pemaparan materi bertema Wawasan Budaya Buton, Laode Alirman SH, asisten khusus Bupati Buton Selatan Bidang Kebudayaan sekaligus selaku tokoh budaya Buton mengungkapkan, bahwa untuk mengenali budaya daerah terlebih dahulu mengenali diri sendiri.

"Kenali dirimu untuk mengenal Tuhanmu bahwa Kecintaan kita terhadap diri sendiri dan kekayaan budaya merupakan wujud syukur dan kecintaan kita kepada sang pencipta Tuhan Yang Maha Esa," ujarnya.

Menurutnya, dengan demikian akan senantiasa terdorong untuk menjaga, memelihara dan melestarikan warisan kekayaan budaya.

Lebih jauh Alirman memaparkan, salah satu warisan budaya yang patut dilestarikan adalah Falsafah hidup Kesultanan Buton. Dalam Undang-Undang Martabat Tujuh yang tertuang dalam Sara Pataanguna atau Bhinci Bhinci Kuli yaitu Poma-maasiaka, poangka-angkataka, Pomae-maeeka,Popia-piara.

Diakhir acara, Sekdin Kebudayaan Busel Suharuddin Singka SPd MPd selaku moderator setelah memperhatikan muatan materi sosialisasi, pertanyaan. Hasil diskusi mengambil beberapa simpulan dan rekomendasi bahwa Kabupaten Buton Selatan memilki beragam kekayaan budaya warisan masa lalu.

"Karena itu masyarakat dan pemerintah harus bekerjasama memelihara, menjaga dan melestarikannya, serta mengharapkan para peserta untuk menjadi mitra pencatatan dan dokumentasi kekayaan budaya di daerahnya. Sebagai bahan untuk menyempurkan data pemajuan kebudayaan yang termuat dalam aplikasi pokok pikiran kebudayaan daerah Kabupaten Buton Selatan," harapnya. (aga)

Bagikan