Berita Terkini
Bombana

Duduk di Komite III DPD RI, Andi Nirwana: Langkah Awal Satu Desa Satu Perawat

Oleh Redaksi Publiksatu / Rudi · Jumat, 4 Oktober 2019 17:13 WIB · 2 menit baca
Bagikan
Duduk di Komite III DPD RI, Andi Nirwana: Langkah Awal Satu Desa Satu Perawat
Andi Nirwana

PUBLIKSATU, JAKARTA - Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Bomban Hj. Andi Nirwana SP. MM resmi dilantik sebagai anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI, Selasa (1/10) di Gedung Nusantara Senayan Jakarta. Sebagai langkah awal, akan fokus pada perjuangan satu desa satu perawat.

Duduk di Komite III DPD RI, istri Bupati Bombana ini bakal membidangi beberapa persoalan negara. Diantaranya bidang Kesehatan, Pendidikan, Kebudayaan, Pariwisata, Pemuda dan Olah Raga, Kesejahteraan Sosial hingga Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak.

Saat dikonfirmasi usai pelantikan, Andi Nirwana mengaku sudah memiliki sederet konsep dan strategi guna memperjuangkan amanah rakyat di Komite III DPD RI. "Saya tergabung di Komite III. Jadi apa yang diamanahkan disitu, jadi misi perjuangan saya untuk rakyat. Di komite itu akan mengurusi berbagai bidang," paparnya.

Di bidang Kesehatan misalnya, ibu empat anak ini akan fokus pada pengenjetawaan satu desa satu perawat. "Saya kasih contoh ya.., misalnya dibidang kesehatan. kemungkinan akan kami dorong perwujudan satu desa satu perawat," jelasnya.

Program Satu Desa Satu Perawat kata mantan anggota DPRD Bombana ini, sangat penting untuk membatu meningkatkan derajat kesehatan masyarakat. Apalagi suatu wilayah atau desa yang terkategori terpencil.

"Kehadiran mereka itu sangat dibutuhkan dan kegunaannya multi fungsi. Apa lagi masih banyak daerah kita yang tergolong terpencil dengan akses masih terbatas. mereka (Perawat) bisa lakukan kegiatan edukasi masyarakat. Jadi bisa giat promotif, preventif hingga lakukan tindakan atau pertolongan pertama," jelasnya.

Menurutnya, pemerintah pusat dan daerah sedapatnya memberi peluang untuk hadirnya perawat ini di desa. "Mereka akan terjun langsung atau mobile di desa. Bisa saja bekantor di kantor desa. Hingga memudahkan kinerja sosialisasi, sekaligus lakukan pertolongan pertama,” ujarnya. (dar)

Bagikan