Berita Terkini
Muna

Tensi Politik di Muna Tinggi, KPU Harap tak Ada PSU

Oleh Redaksi Publiksatu / Rudi · Jumat, 4 Oktober 2019 17:18 WIB · 2 menit baca
Bagikan
Tensi Politik di Muna Tinggi, KPU Harap tak Ada PSU
Al Munardin

PUBLIKSATU, MUNA - Jelang Pilkada 2020 mendatang, tensi politik di Kabupaten Muna mulai meninggi. Hal itu tentu bukan perkara baru karena selama ini, bumi sowite terkenal daerah yang jago dengan politik, sehingga bila ada yang mau belajar datanglah ke Muna.

"Dinamika politik tinggi, karena bagian dari hobi masyarakat," kata Koordinator Divisi SDM dan Parmas KPU Sultra, Al Munardin, kemarin di ruang kerjanya.

Mantan Ketua KPU Muna dan Muna Barat (Mubar) itu menerangkan, masyarakat bila membahas persoalan politik, rela melepaskan kegiatan lain. "Kalau sudah bahas politik, pekerjaan lain diabaikan," sebutnya.

Kendati tensi politik di Muna tinggi, tapi susana kekeluargaan terbangun dengan baik. Beda pilihan, menurutnya merupakan hal biasa dalam demokrasi.

"Persoalan beda pilihan itu hanya sebagai pemanis. Intinya, kekeluargaan dan kedamaian yang terus dijaga," ujarnya.

Pria yang kerap disapa Power itu menerangkan, Pilkada Muna menjadi perhatian serius dari KPU-RI. Hal tersebut dikarenakan, pada Pilkada 2015 lalu terjadi Pemungutan Suara Ulang (PSU) hingga dua kali. Kalau itu juga Muna di cap merah. Akan tetapi, catatan merah itu terhapus seketika saat Pemilu baru-baru ini. Dimana, tidak terjadi PSU dan tingginya partisipasi pemilih.

"Semoga Pilkada kedepan tidak ada PSU lagi. Saya berharap Pemkab dapat mengerahkan seluruh perangkatnya untuk mencocokan Daftar Pemilih Tetap (DPT) yang selama ini menjadi sumber masalah," pintanya. (cr1)

Bagikan