Berita Terkini
Busel

Arusani: Daratan dan Kepulauan Harus Merata

Oleh Redaksi Publiksatu / Rudi · Selasa, 8 Oktober 2019 15:47 WIB · 4 menit baca
Arusani: Daratan dan Kepulauan Harus Merata
Plt Bupati Buton Selatan, H La Ode Arusani

PUBLIKSATU, BUTON SELATAN - Pemerintah Kabupaten Buton Selatan (Pemkab Busel) menargetkan realisasi fisik infrastruktur dasar pembangunan pelabuhan penyebrangan fery tahun 2020. Dua daerah yang menjadi skala prioritas Desa Karae Kecamatan Siompu dan Desa Banabungi Selatan Kecamatan Kadatua.

Bukti percepatan itu setelah Plt Bupati Busel H La Ode Arusani menyerahkan dokumen sertifikat dua lahan pembangunan pelabuhan fery ke Kementrian Perhubungan yang diwakili Dirjen Perhubungan Darat di Kendari belum lama ini.

"Kepulauan kita akan sambung tidak akan lagi kesulitan, agar Kecamatan Siompu, Siompu Barat, dan Kadatua sudah sama pelayanannya antara daratan dan kepulauan. Kita permudah moda transportasinya," katanya saat melantik 30 Kades di Lapangan Lakarada, pekan lalu.

Menurut Arusani, pembangunan di Busel harus merata antara daratan dan kepulauan sama. Pemkab juga kian menggenjot pembangunan infrastruktur dasar.

"Karena sudah dilayani dengan fery, sebentar lagi Batuatas kita kirimkan alat berat di sana supaya jalan-jalan antara desa tersambung. Batuatas sama dengan daratan. Kita harapkan tidak terisolir lagi," katanya.

Ketua DPC PDIP Busel itu mengaku target Pemkab akan menyambung Batuatas dengan menggunakan kapal bantuan dari pusat. "Mari bersama-sama membangun daerah ini agar Busel lebih baik dari daerah lain," ajaknya.

Rencana dua pelabuhan penyebrangan fery itu di Desa Karae Kecamatan Siompu dan Desa Banabungi Selatan Kecamatan Kadatua.

Kadis Perhubungan Busel, Erick Oktora Hibali SSos mengatakan, penyerahan dokumen itu, sebagai tindaklanjut penandatanganan akta hibah lahan oleh Bupati Busel saat upacara HUT Busel ke lima lalu di Lapangan Lakarada Batauga.

"Tindaklanjut dari itu dokumen sertifikat lahan itu. Hari ini diserahkan langsung ke Kementrian Perhubungan RI," kata Erick kepada Buton Pos, Jumat (27/9) malam.

Kata dia, ini sebagai tanda bahwa dalam waktu dekat sudah dimulai proses pembangunan pelabuhan fery penyebrangan untuk di pulau Kadatua dan Siompu.

Realisasinya fisiknya kata dia, tahun 2020 mendatang. Tahun ini, baru penyelesaian seluruh dokumen pendukung termaksud hibah lahan.

"Sisa pelaksanaan kegiatan lelangnya nanti Kementrian Perhubungan yang laksanakan tahun ini. Pelaksanaan pembangunan fisik pelabuhanya nanti tahun depan," katanya.

Ia menjelaskan, estimasi total anggaran untuk pembangunan satu pelabuhan sebesar Rp 54 miliar. Tapi, rencana pembangunan fisiknya dilakukan secara bertahap.

"Untuk tahun ini pematangan lahan untuk di Siompu Rp 5 miliar dan Kadatua juga Rp 5 miliar. Kalau untuk total pembangunan fisik pelabuhan ini estimasinya Rp 54 miliar untuk satu pelabuhan saja," ujar.

Ia berharap semoga masyarakat ikut terlibat dan mendukung percepatan pembangunan pelabuhan di dua lokasi tersebut.

"Karena ini salah satu program unggulan pak Bupati sebenarnya ini terkait pelabuhan penyebrangan ini. Agar bagaimana mempercepat meningkatkan akses transportasi masyarakat dalam rangka percepatan pertumbuhan ekonomi di wilayah kepulauan," katanya.

Sementara itu ditempat yang sama Sekdin Perhubungan Busel Jafar menambahkan, selain penyerahan sertifikat lokasi perlabuhan. Sekretaris Dirjen Perhubungan Darat juga menandatangani naskah hibah lahan dari Pemkab Busel ke Kementrian Perhubungan RI.

Rencananya realisasi jika tidak halangan tahun 2020. Tahun ini sudah dianggarkan pematangan lahan Rp 5 miliar untuk masing-masing pelabuhan. Sumber dananya dari APBN.

Selanjutnya kata dia, untuk pembangunan fisiknya akan dilakukan secara bertahap setelah pematangan lahan tersebut.

Ia menjelaskan, untuk persiapan lahan di pelabuhan penyebrangan fery di Desa Karae Kecamatan Siompu seluas 1.681 meter persegi. Di Desa Banabungi Selatan seluas 3.131,36 meter persegi.

Dikatakan, seluruh dokumen syarat persiapan pembangunan pelabuhan fery didua lokasi itu sesuai ketentuan perundang-undangan sudah dipenuhi Pemkab Busel.

"Pemkab Busel memalui Dishub Busel juga sudah bersurat ke Mentri untuk ditetapkan sebagai lokasi pelabuhan penyebrangan," katanya.

Ia mengaku, untuk wilayah daratan penyebrangan fery ini di Kelurahan Bandar Batauga. Dekat pasar. Saat ini juga sementara dalam proses pengusulan.

"Saat ini juga sementara kita usahakan. Sambil proses pembebasan lahan. Setelah itu diserahkan lagi ke Kementrian Perhubungan supaya bisa ditindaklanjuti pembangunanya lagi," ujar mantan Sekdin Perpustakaan dan Kearsipan ini.

Rencananya Bandar Batauga menjadi pusat pertumbungan ekonomi baru di Busel. Ini nantinya didukung dengan pusat pelabuhan dan terminal yang terintegrasi antara laut dan

darat.

Rencana pembangunan pelabuhan fery di Bandar Batauga sudah akan dimulai tahun 2019 ini melalui APBD-P 2019 sebesar Rp 1 miliar untuk pembangunan pelencengan pelabuhan fery sekaligus pelabuhan rakyat. "Saat ini sementara proses lelang," katanya.

Jafar menambahkan, program ini merupakan nawacita skala prioritas percepatan pembangunan yang dilakukan Plt Bupati Busel H La Ode Arusani. Dalam mewujudkan visi dan misi pemerintah dalam mewujudkan Kabupaten Busel sebagai pusat pertumbuhan ekonomi baru melalui optimalisasi pengelolaan sumber daya lokal menuju masyarakat yang mandiri, sejahtra dan bermartabat.

"Harapan kita jika pelabuhan itu sudah terbangun nanti akan membuka peluang perputaran perekonomian dengan cepat, memudahkan moda transportasi," harapnya. (aga)