Berita Terkini
Busel

Inovasi Desa Katampe Kembangkan Garam

Oleh Redaksi Publiksatu / Rudi · Jumat, 11 Oktober 2019 16:13 WIB · 3 menit baca
Inovasi Desa Katampe Kembangkan Garam
Inovasi Garam Desa Katampe

PUBLIKSATU, BUTON SELATAN - Pemanfaatan dana desa di Desa Katampe, Kecamatan Siompu Barat secara bertahap mulai membuahkan hasil ekonomi menjanjikan dari inovasi desa tersebut.

Teranyar, inovasi Desa dari Katampe mendapatkan juara dua pada inovasi desa tingkat Provinsi Sulawesi Tenggara tahun 2018 lalu.

Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Katampe berinovasi menggenjot pengembangan produksi garam yang sudah berproduksi selama setahun. Hasilnya produksi garam sudah sekitar 1 ton lebih.

"Hasil produksi awal selama satu tahun sudah mencapai 1 ton lebih kita masih tampung," kata Kades Katampe Arifuddin kepada Buton Pos, kemarin.

Menurutnya, tujuan dari Program Inovasi Desa adalah untuk membuat inkubasi agar masyarakat desa membuat inovasi-inovasi dalam penggunaan Dana Desa untuk peningkatan SDM dan ekonomi yang sesuai dengan potensi masing-masing.

"Kita memiki inovasi pengembangan produksi garam. Makanya itu yang kami kembangkan," katanya.

Luas lahan produksi garam yang disiapkan sementara lahan 50 x 9 meter.

Ia mengaku suka duka dalam pengembangan garam ini cukup banyak. Namun dijalani dengan kosisten, motivasi dan komitmen yang tinggi Untuk kesejahtraan masyarakat.

Haslinya dalam produksi awal garam di desa Katampe membutuhkan waktu 10 hari dengan menggunakan peralatan manual. Baru ada hasil panen.

Setelah panen awal 10 hari produksi. Produksi berikutnya rata-rata tiga hari sudah panen lagi. Begitu berturut-turut hingga menghasilkan produksi sekitar 1 ton yang masih ditampung.

Ini merupakan hasil kreatifitas inovasi usaha BUMDEs desa Katampe, Kecamatan Siompu Barat. Untuk sementara yang mengelola baru tujuh orang.

"Program BUMDes ini sudah mendapatkan juara dua pada penghargaan inovasi desa tingkat provinsi Sultra tahun 2018 lalu," ujarnya.

Ia berjanji bersama masyarakatnya BUMDes dengan usaha produksi pengembangan garam akan terus digenjot sehingga menjadi potensi unggulan di desanya.

Dengan begitu dapat memicu masyarkat untuk berusaha, mengurangi pengangguran serta dapat menciptakan lapangan pekerjaan. Juga mampu meningkatkan perekonomian masyarakat.

Arifuddin berkomitmen inovasi desa pengembangan garam di Desa Katempe ini akan digenjot menuju produksi garam yang beryodium. Itu targetnya.

Soal kualitas produk garam kata dia, cukup bagus. Meskipun belum melalui uji laboratorium. Kedepan ini yang akan diupayakan sehingga menjadi salah satu indikator standar kesehatan.

"Jadi proses pengambangan garam di BUMDes kami ini menuju proses garam yang beryodium," katanya.

Untuk sementara masih digunakan untuk kebutuhan sehari-hari warga desa. Hasil produksi garam yang ada masih ditampung.

Ia mengaku sudah ada pihak perusahaan yang menjajaki. Mereka sudah menyatakan minat untuk bermitra. Namun secara legal belum perjanjian hitam diatas putih.

"Sudah ada penawaran dari perusahaan pabrik es. Cuman kita belum adakan MoU, tapi artinya sudah ada persetujuan komitmen ingin bermitra dengan BUMDes kami, salah satunya mereka berminat untuk bersedia bermitra dengan BUMDes kami," katanya. (aga)