Prajurit TMMD jadi Anak Angkat Warga

PUBLIKSATU, BUTON SELATAN - Ada cerita menarik dalam kebersamaan masyarakat dan prajurit TNI dalam TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-106 di Kelurahan Masiri dan Majapahit Kecamatan Batauga. Pasalnya para prajurit tinggal bersama warga di 30 rumah selama satu bulan di Kelurahan Masiri.
Dandim 1413 Buton, Letkol Inf Arif Kurniawan mengatakan, selama kegiatan TMMD para prajurit TNI tinggal bersama warga. Mereka sebagai anak tinggal atau anak angkat bersama warga tiap hari.
Tujuannya kata dia, para prajurit ikut merasakan kebersamaan, suka dan duka sebagai layaknya keluarga bersama selama TMMD. Para prajurit juga bertugas mensosialisasikan semangat nasionalisme kepada warga juga tugas dan tanggung jawab TNI menjaga NKRI.
"Jadi mereka seperti satu keluarga selama TMMD suka dan dukanya tinggal bersama, makan bersama selama kegiatan, para prajurit ini jadi anak angkat warga dirumah yang mereka tinggali," katanya.
Warga Lingkungan Kolowu, Kelurahan Masiri, Irwan (31) mengaku khawatir para prajurit tidak nyaman tinggal bersama. Namun setelah cukup beberapa waktu kebersamaan semakin akrab. Para prajurit juga terbiasa tinggal bersama suka dan derita warga.
"Sudah seperti keluarga sendiri. Kami tukar pikiran ceritakan pengalaman. Banyak cerita pengalaman hikmah yang didapat, " kata Irwan yang rumahnya ditinggali prajurit TMMD.
Ada sekitar 150 prajurit TMMD menempati 30 rumah warga yang ada di lingkungan Kolowu Morikana, Kelurahan Masiri, Busel.
"Disini kan ada 115 Kepala Keluarga (KK), dan rumah yang ditempati tinggal prajurit sebanyak 30 KK. Masing-masing rumah ada lima prajurit yang tinggal," urainya.
Irwan mengaku sama sekali tidak terbebani dengan tinggalnya lima prajurit TMMD di rumahnya. Pasalnya, para prajurit mempunyai uang makan tersendiri.
"Nah uang dari prajurit itu diserahkan ke kami di olah bersama dan kami makan bersama. Intinya kami sudah anggap seperti keluarga sendiri," tandasnya.
Tim Pengawas dan Evaluasi TMMD ke 106 Kodim 1413 Buton yang dipimpin Mayjen TNI Agus Suhardi menjelaskan, kebutuhan masyarakat diakomodasi oleh Pemda dan pelaksanaanya dilakukan secara bersama-sama dengan program TMMD.
Sebelum menyusun program ini TNI mengumpulkan informasi aspirasi warga dari lapangan kemudian difaslitasi direalisasikan.
Tugas TMMD ini membantu tugas Pemda. Tetapi dalam pelaksanaanya bukan hanya tentara yang jalankan. Lintas OPD, Polri dan warga. Sehingga marwah gotong royong bisa hidup kembali. Program fisik maupun non fisiknya bisa tercapai.
Kata dia, pihaknya sudah beberapa daerah. di Busel kata dia, merasa bangga dengan masyarakat Busel begitu antusias terhadap program TMMD.
Pati Staf Khusus Kasad Mabes TNI AD ini mengaku dari amatannya warga menggelorakan semangat gotong royong adanya ikatan silaturahmi yang bagus antara program TMMD dengan masyarakat.
"Anggota tidur dirumah warga sehingga minimal menganggap orang tua angkat. Sehingga terjalin silaturahmi dengan masyarakat atau memotivasi anak-anaknya untuk menjadi TNI atau Polri," harapnya.
Jenderal dua bintang dipundaknya ini berharap agar progres kegiatan TMMD agar dipedomani sehingga saat pelaksanaan penutupan atau 31 Oktober mendatang sudah 100 persen semua kegiatan selesai.
"Saya lihat cukup berjalan bagus. Tapi tentu sudah saya sampaikan kepada Komandan Satgas TMMD agar progres tersebut agar tertap dipedomani sehingga pada saat pelaksanaan penutupan bisa selesai 100 persen," harapnya.
Ia berharap progrees yang dibuat sasaran yang baru tercapai sekitar 64 persen benar-benar dipedomani sehingga tidak over lead dari hari yang telah ditargetkan TMMD.
"Mari kita sama-sama berbuat demi kejayaan bangsa dan negara ini. Jadi penutupan benar-benar sasaran sudah tercapai semua, baik sasaran fisik maupun non fisik," katanya. (aga)