Bawaslu Klaten Rintis Desa Anti Money Politics
Bagikan

PUBLIKSATU, Meskipun pemilihan kepala daerah (pilkada) dan pemilihan umum (pemilu) serentak di Kabupaten Karanganyar telah usai, Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Karanganyar rintisan desa anti money politics di sejumlah desa.
Ketua Bawaslu Karanganyar Nuning Ritwanita Priliastuti mengungkapkan, pendidikan pengawasan pemilu terhadap masyarakat sampai saat ini terus dilakukan. Bahkan untuk menjadikan partisipasi pengawasan yang dilakukan masyarakat, Bawaslu berencana bakal membuat enam desa sebagai desa percontohan. Baik sebagai desa pengawasan maupun desa anti money politics. Dan membuat program kegiatan nyemplung pawiyatan.
”Ada enam desa yang akan kita garab menjadi desa anti mony politik dan desa pengawasan itu. Kemudian untuk yang kegiatan nyemplung pawiyatan, itu sasarananya adalah anak – anak pemilih pemula, selain mereka mendapatkan pelajaran tentang memilih, juga pelajaran tentang bagaimana cara mengawasi pemilihan umum yang baik dan benar,” kata Nuning.
Koodinator Divisi Organisasi dan Sumber Daya Manusia Bawaslu Karanganyar, Sudarsono, menambahkan, program desa anti money politics dan desa pengawasan tersebut rencananya bakal di-launching November mendatang.
”Desa pengawasan itu di antaranya Desa Tawangsari, Kecamatan Kerjo, Desa Wonosari Kecamatan Gondangrejo, dan Desa Salam kecamatan Karangpandan. Untuk yang desa anti money politics yakni Desa Delingan, Karanganyar kota, Desa Gentungan, Mojogedang, dan Desa Tlobo, Jatiyoso,” jelasnya. (radarsolo/jp)