Rampungkan Persiapan HPS, Pemprov Sultra Tinjau Lahan Pertanian di Angata

PUBLIKSATU, KONSEL - Dalam merampungkan dan mengsukseskan kegiatan Hari Pangan Sedunia (HPS), pemerintah provinsi (Pemprov) Sultra terus berbenah dalam mempersiapan seluruh rangkaian kegiatan Hari Pangan Sedunia (HPS), pada (2-5/11) mendatang.
Demikian dijelaskan Plh Sekretaris Daerah Provinsi Sultra, Laode Mustari disela-sela kunjungannya di Desa Pudambu, Kecamatan Angata, Kabupaten Konawe Selatan, yang merupakan salah satu titik puncak kegiatan HPS, Rabu (16/10) kemarin.
“Alhamdulillah persiapan kita sudah mulai maksimal, walaupun belum genap mencapai seratus persen. Karena pada puncak perayaan HPS nantinya, akan ada sebanyak 3000 petani yang akan hadir, di Desa Pudambu, tentunya semangat kita sebagai tuan rumah, menjadikan bumi anoa sebagai sentral kakao di Indonesia,” jelas La Ode Mustari.
Apalagi saat ini pihaknya sudah memiliki Kalla Kakao yakni pabrik pengolahan kakao. Dimana akan memberikan dampak kepada para petani kakao, karena potensi ini bisa menjadi industri rumah tangga nantinya.
"Momentum pelaksanaan Hari Pangan Sedunia (HPS), bisa dijadikan sarana yang baik untuk bertukar informasi para peserta, baik itu para petani, Pemerintah Daerah bahkan negara, menuju Indonesia yang berdaya saing serta aman, makmur dan sentosa," pungkasnya.
Ditempat yang sama, Direktorat Jenderal Hortikultura Kementan RI, Dr. Ir. Prihasto Setyanto, M.Sc., menjelaskan bahwa momentum HPS adalah bagaimana mendorong komoditas kakao dan sagu bisa berdaya saing, baik skala nasional sampai debgan ke tingkat internasional.
“Karena untuk kedua komoditas ini sebagai andalan Provinsi Sultra, maka kami dari Dirjen Hortikultura Kementan RI, akan memberikan dukungan berupa penyediaan bibit, serta bimbingan teknis dan aplikasi kepada seluruh para petani dalam meningkatkan produksi mereka,” jelasnya.
Menurunya kondisi lapangan tentang persiapan penyelenggaraan HPS progresnya semakin baik, karena apa yang diarahkan saat pertama ke lokasi sekitar bulan lalu telah menunjukan peningkatan. Artinya Pemerintah daerah dan masyarakat Sulawesi Tenggara siap menyelenggarakan dan mensukseskan HPS ke 39 tahun ini.
"Dalam hal ini seperti fasilitas Helipad (landasan Helikopter) telah disiapkan 3 helipad luas tanah 3 Ha, lokasi tempat acara pembukaan HPS, lahan petani coklat siap panen, meninjau home industri (industri rumah tangga) pengolahan coklat menjadi pasta coklat dan bubuk coklat. Program rekayasa tekhnologi pertanian yaitu walaupun musim kemarau pohon coklat tetap berbuah dan hasil panennya cukup baik, program petani coklat terintegrasi, maksudnya sambil menunggu coklat dipanen disela sela antara pohon coklat ditanami padi, jagung, kacang-kacangan, kedele, rumput pakan ternak kambing dan sebagainya alias tumpang sari," terangnya.
Sebelum menutup Direktorat Jenderal Hortikultura Kementan RI, Dr. Ir. Prihasto Setyanto, M.Sc menambahkan, selain acara puncak yaitu pembukaan HPS, juga dilaksanakan kunjungan Diplomatik Tour di Kecamatan Besulutu Kabupaten Konawe tentang proses pengolahan Sagu dan budi daya pohon sagu, penanaman pohon di kebun raya kendari, seminar serta Temu Bisnis antara pengusaha exportir dengan petani coklat se sultra. (m1)