Berita Terkini
Busel

Arusani Berharap Budaya Menjadi Produk Wisata

Oleh Redaksi Publiksatu / Rudi · Selasa, 22 Oktober 2019 16:12 WIB · 3 menit baca
Arusani Berharap Budaya Menjadi Produk Wisata
Plt Bupati Busel H La Ode Arusani menghadiri acara adat di Sampolawa

PUBLIKSATU, BUTON SELATAN - Bupati Buton Selatan (Busel), La Ode Arusani menaruh harapan besar agar budaya dan kearifan lokal yang masih hidup dalam masyarakat adat Buton Selatan terus dikembangkan sehingga menjadi produk wisata.

Harapan bupati kader PDIP ini diungkapkanya saat menghadiri pesta adat di Baruga Lapola, Kelurahan Todombulu, Kecamatan Sampolawa, Sabtu (19/10) lalu.

Arusani serta para asisten dan jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD) lingkup Pemkab Busel menghadiri acara pesta adat Lapola bersama masyarakat Kelurahan Todombulu.

Ia meminta agar OPD terkait, yaitu Dinas Pariwisata serta Dinas Kebudayaan agar sungguh-sungguh menggali dan mengembangkan potensi pariwisata dan budaya. Sebab ini untuk menjadi produk unggulan yang bisa mendorong peningkatan kesejahteraan masyarakat Busel.

“Sektor pariwisata dan budaya adalah salah satu dari dua sektor unggulan disamping sektor perikanan dan kelautan dalam pembangunan Buton Selatan," katanya.

Suami Wa Ode Ruhania ini berharap agar budaya dan kearifan lokal yang masih dipertahankan dalam masyarakat adat terus dikembangkan. Tak dibiarkan punah. Atau berubah dari keaslianya. Mesti tetap dipertahankan dan dijaga karena ini kekuatan besar budaya dan pariwisata Busel.

"Sehingga tidak hanya menjadi potensi yang statis tetapi bisa menjadi produk wisata yang mempunyai nilai jual agar bisa memberikan penghasilan bagi masyarakat adat setempat maupun Busel pada umumnya,” ujar Arusani seperti yang dikutib Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Busel H Baini Ali.

La Ode Arusani mengatakan, Kabupaten Busel ini memiliki potensi pariwisata, budaya dan kemaritiman. Sektor potensi itu kedepan yang akan digenjot secara maksimal.

Ia mengklaim di Kabupaten Busel dari tujuh kecamatan memiliki benteng pertahanan yang dibuat pada zaman kerjaaan. DiBusel tercatat 33 benteng tersebar di hampir seluru wilayah Busel. Jadi yang paling banyak benteng ada di Busel. Kemudian situs sejarah, yang paling banyak kolaki di Busel, parabela dan baruga terbanyak di Busel. Daerah ini paling berkat. Sejarah islam dimulai dari selatan pulau Buton yakni dari Batuatas dan Burangasi.

Mantan anggota DPRD dari partai Nasdem ini mengatakan nilai-nilai dan norma karifan lokal yang sudah lama tertanam dimasyarakat akan dihidupkan kembali. Karenanya Pemkab Busel mewacanakan program penyelenggaraan kegiatan seni, kuliner dan budaya masing-masing kecamatan. Dengan demikian dapat melahirkan ekonomi kreatif masyarakat. Perputaran perekomian secara sederhana akan hidup.

"Potensi terbesar Busel yakni Budaya, Pariwisata dan Kemaritiman. Ini yang akan diprogram Pemkab Busel sehingga potensi ini dapat melahirkan ekonomi kreatif dimasyarakat. Dengan demikian perputaran perekomian masyarakt akan hidup. Karena itu menjadi unggulan yang dapat menghasilkan PAD, pedagang kecil, ina-ina yang menjual juga akan hidup," katanya.

Ia berharap kepala OPD teknis yang menangani persoalan ini dan seluruh jajarannya mewujudkan harapanya tersebut sehingga potensi budaya, pariwisata di Busel menjadi potensi destinasi wisata. (aga)