Berita Terkini
Sultra

Pembunuh Randi-Yusuf Masih Buram, Mahasiswa Kembali Demo

Oleh Redaksi Publiksatu / Rudi · Rabu, 23 Oktober 2019 15:31 WIB · 2 menit baca
Pembunuh Randi-Yusuf Masih Buram, Mahasiswa Kembali Demo
Ibu Randy, histeris saat melihat jenazah anaknya.

PUBLIKSATU, KENDARI - Polda Sultra hingga Selasa kemarin belum menetapkan tersangka atas kematian Randi dan Muh Yusuf Kardawi pada aksi di depan DPRD Sultra, Kamis (26/9) lalu. Lima anggota polisi yang disinyalir melakukan penembakan terhadap mahasiswa Universitas Halu Oleo itu baru sebatas dilakukan sidang disiplin.

Saat ditemui di Mabes Polda Sultra Kabid Humas Polda Sultra, AKBP Harry Goldenhardt mengatakan, lima anggota polisi tersebut sudah menjalani sidang disiplin. "Untuk pemeriksaan awal minggu kemarin, yakni mendengar keterangan para saksi-saksi dan minggu kedua dimana pada hari ini kita mendengarkan daripada terperiksa," bebernya.

Sambung Harry Goldenhardt, sambil menceritakan kisahnya, sehari setelah kejadian, Polda Sultra melakukan infentarisasi terhadap senjata yang dipinjam pakaikan kepada anggota. Dimana dari hasil infentarisasi diketahui bahwa ada 14 pucuk senjata yang belum dilaporkan dan digudangkan pada logistik Polda. Enam diantaranya menjadi terperiksa dan mereka sudah menitipkan senjata api, namun pada satker dan belum dilaporkan pada gudang logistik sebelumnya sudah dilaporkan pada tanggal 25 September.

"Oleh karena itu, sampai saat ini masih dalam proses pemeriksaan serta sidang disiplin, untuk itu kami mengimbau kepada seluruh masyarakat mari kita tetap menjaga situasi kondusif di wilayah Sulawesi Tenggara dan mari bersama mengawal proses daripada yang sedang berjalan pada saat ini," pungkasnya.

Sementara itu, pantauan media ini, pada saat aksi massa kemarin, massa kurang lebih 500 orang kembali turun ke jalan dan melakukan aksinya di depan Markas Polda Sultra yang sudah diblokade dengan kawat berduri.

Dimana kali ini permintaan massa aksi sama meminta kejelasan mengenai penembakan terhadap mahasiswa UHO dan menghukum oknum yang melakukan penembakan tersebut.

Pada gelar massa aksi tersebut salah satu yang diduga Intel Polisi bonyok menjadi bulan-bulanan pukulan dihajar massa aksi yang sudah berang dan tidak terkendali. Salah seorang anggota TNI terkena imbas pemukulan massa serta dilarikan ke rumah sakit untuk dilakukan pertolongan pertama.

Salah seorang massa aksi yang tidak mau disebutkan namanya mengatakan, pihaknya meminta pengusutan kasus penembakan tersebut secepatnya. Apalagi kasus ini sudah hampir kurang lebih satu bulan dan belum ada kejelasan yang cukup signifikan.

"Kami hanya meminta kejelasan terhadap kasus ini dan jaga seolah tutup mata serta berlarut-larut. Apalagi berita yabg beredar sudah dilakukan penyelidikan dan barang bukti peluru sampai diperiksa di luar negeri, malahan belum ada titik terang terhadap persoalan ini," ringkasnya. (m1)