Genjot Infrastruktur Jalan Wisata Toronipa, Pemrov Ganti Rugi Lahan Warga

PUBLIKSATU, KENDARI - Untuk mempercepat dan menggenjot infrastruktur jalan penghubung Wisata Kendari-Toronipa. Saat ini Pemerintah Provinsi Sultra telah membebaskan dan mengganti rugi sebanyak 43 lahan dari 100 lahan warga yang terkena imbas pembuatan tersebut, Kamis (24/10).
Saat ditemui setelah rapat koordinasi persiapan HPS ke-39 di kantor Gubernur Sultra. Plt Kadis Binamarga dan Pekerjaan Umum Provinsi Sultra, Abdul Rahim mengungkapkan saat ini pihaknya sudah melakukan pembebasan lahan sebanyak 43 orang dari 100 orang pemilik lahan dengan total keseluruhan sebesar Rp 13 miliar.
"Dalam pembebasan lahan, ada masyarakat yang mendapatkan 1 miliar dan dua sampai tiga orang mendapatkan ganti rugi sebesar Rp 800 juta, serta sudah dicairkan. Dari 43 orang yang mendapatkan ganti rugi, sebanyak 11 orang masih diblokir karena adanya salah satu persyaratan adminitrasi yakni sertifikat tanah yang asli masih berada di Bank lain," jelasnya.
Rahim menjelaskan bahwa untuk yang bermasalah tetap akan dimasukan di rekening BPD. "Kami meminta dimasukan di rekening mereka melalui Bank BPD. Tapi pihaknya meminta Bank BPD untuk memblokir terlebih dahulu, untuk segera dituntaskan apakah melalui pembayaran antar Bank sehingga sertifikat tanah tersebut segera akan ditarik," katanya.
Selanjutnya, untuk total keseluruhan yang akan digantirugikan lahan pemilik tanah masyarakat yang ada di Toronipa, kurang lebih 100 orang. Untuk tahap pertama sudah diselesaikan sebanyak 43 bidang tanah. Sedangkan yang lainnya akan menyusul tahap selanjutnya, dimana akan dituntaskan 20 bidang tanah lagi yang akan diganti rugikan pada satu sampai dua hari ini.
Karena itu, pihaknya menghimbau kepada seluruh masyarakat untuk menyikapi pekerjaan besar ini secara arif dan bijaksana. Terutama kepada tokoh-tokoh masyarakat agar selalu, memberikan pemahaman yang dingin serta menyeluruh kepada masyarakat. Karena subtansi dibangunnya jalan pariwisata di kawasan Torinipa untuk kepentingan masyarakat, generasi dan masa depan pembangunan daerah, demi meningkatkan pendapatan dan kesejateraan masyarakat.
"Tentunya pembangunan jalan ini sangat relevan dengan visi dan misi Gubernur Sultra H Ali Mazi SH, dimana misinya dengan meningkatkan daya saing dalam rangka menggenjot kegiatan ekonomi di daerah. Karena tidak akan mungkin kita bisa capai visi misi tersebut, jika kita tidak menyiapkan infrastruktur yang memadai. Apalagi misi Gubernur Sultra keempat adalah meningkatkan koneksifitas antar daerah yang akan diwujudkan dalam rangka pembangunan Jalan Toronipa. Dimana jalan ini mempunyai multiplayer efek dan mendukung pengembangan semua sektor yakni sektor Perikanan, Pariwisata, Pertanian dan Perdagangan," pungkasnya. (m1)