Berita Terkini
Lifestyle

Jangan Terkecoh, Ketahui Gejala Demam Berdarah yang Sangat Umum

Oleh Redaksi Publiksatu / Andre · Jumat, 25 Oktober 2019 20:24 WIB · 2 menit baca
Bagikan
Jangan Terkecoh, Ketahui Gejala Demam Berdarah yang Sangat Umum

PUBLIKSATU, Pada musim hujan seperti saat ini, demam berdarah menjadi salah satu penyakit yang patut diwaspadai. Banyaknya genangan air dan lembapnya kondisi udara menjadikan nyamuk mudah berkembang biak dan menyebarkan ancaman pada siapa pun di sekitarnya, termasuk ibu hamil. Bahaya demam berdarah pada ibu hamil justru bisa berlipat ganda. Tidak hanya mengancam kesehatan sang ibu, namun juga bayi di dalam kandungan.

Siklus penularan demam berdarah

Demam berdarah merupakan penyakit yang berkembang dengan bantuan media perantara. Melalui nyamuk Aedes aegypti, virus ini menyebar dari satu orang ke orang lain.

Umumnya nyamuk dewasa berdiam diri dan bersembunyi di balik tumpukan kain, barang, dan rimbun pepohonan untuk kemudian keluar mengisap darah manusia. Ketika siap berkembang biak, nyamuk akan mencari genangan air untuk mengeluarkan jentik.

Hati-hati, berbeda dengan nyamuk biasa, gigitan nyamuk Aedes aegypti yang mengandung virus dengue dapat sangat berbahaya. Sayangnya, gejala yang dialami kerap samar dan dapat membuat seseorang tidak menyadari dirinya telah terinfeksi demam berdarah. Padahal, berbagai komplikasi yang mengancam pada kemudian hari dapat sangat berbahaya.

Gejala demam berdarah

Gejala yang dialami seseorang ketika terinfeksi demam berdarah dapat sangat umum, sehingga menyerupai jenis infeksi lainnya. Gejala tersebut meliputi:

Nyeri kepala

Demam

Nyeri otot, tulang, dan persendian

Mual muntah

Nyeri di rongga mata

Pembengkakan kelenjar getah bening

Bercak merah pada tubuh

Sebenarnya, asalkan kekebalan tubuh seseorang terjaga baik, penyakit yang disebabkan oleh virus ini dapat pulih dengan sendirinya. Akan tetapi, pada beberapa kasus, demam berdarah dapat berkembang mengancam nyawa. Trombosit yang turun secara drastis berpotensi menyebabkan perdarahan hebat dalam tubuh.

Di samping itu, pembuluh darah dapat sangat rapuh dan darah mudah keluar dari pembuluh tersebut. Pada kondisi ini, tekanan darah dapat sangat menurun dan berisiko menyebabkan perdarahan hingga syok, bahkan mengancam nyawa. Untuk wanita hamil, risiko ini tentu tidak dapat dipandang sebelah mata.(chi/jpnn)

Bagikan