Kapolres Muna Prihatin dengan Kasus Intimidasi Wartawan

PUBLIKSATU, MUNA - Forum Jurnalistik Kabupaten Muna, menggelar aksi unjuk rasa di Polres Muna. Aksi tersebut sebagai bentuk solidaritas terhadap dugaan intimidasi yang dilakukan oknum polisi yang bertugas di Polda Sultra terhadap sembilan wartawan yang meliput aksi unjuk rasa mahasiswa di depan Polda Sultra, beberapa waktu lalu.
Puluhan pekerja media itu memulai aksinya di Tugu Jati, Kota Raha, kemarin (23/10). Dengan mebentang spanduk bertuliskan 'Pelurumu tak setajam pena' long march hingga ke Mako Polres Muna.
Borju, Reporter Harapansultra.com mengecam tindakan oknum Polisi yang berlaga bak preman. Makanya, mereka meminta Kapores Muna, AKBP Debby Asri Nugroho agar menyampaikan ke Kapolda Sultra untuk mengusut pelaku intimidasi itu. "Mereka sudah menghalang-halangi tugas Jurnalis dan harus diberi sanksi," tegasnya.
Kapolres Muna, AKBP Debby Asri Nugroho turut prihatin atas insiden dugaan intimidasi dan persekusi yang dilakukan oknum Polisi di Polda Sultra terhadap sembilan wartawan saat meliput aksi unjuk rasa mahasiswa di Mapolda Sultra dua hari lalu.
Kata Debby, peristiwa itu seharusnya tidak terjadi. Makanya, atas kejadian itu keluarga besar Polda Sultra meminta maaf yang sebesar-besarnya pada para pekerja media.
"Pimpinan kami, pak Kapolda telah meminta maaf dan akan membentuk tim investigasi mencari oknum polisi yang melakukan intimidasi," kata Debby saat menerima forum Jurnalistik Kabupaten Muna.
Mantan Kasubdit I Dirnarkoba Polda Bali itu menekankan, intimidasi yang terjadi di Kendari, tidak akan terulang di Muna. Hubungan Polres Muna dan pers selama ini terjalin dengan baik. "Semoga di Muna tidak terjadi. Kalau kita salah tolong ingatkan. Kita ini adalah mitra," tegasnya.
Dalam pemberitaan, pihaknya selalu terbuka bagi insan Pers. Tak ada yang ditutup-tutupi. Sehingga, Pers dapat memberikan pemberitaan terhadap masyarakat luas. "Saya harap, kita sama-sama bisa menjalankan tugas secara profesional," pintanya. (cr1)