Berita Terkini
Sultra

Pembinaan Ormas Kesbangpol Kolaka Diwarnai Protes Peserta

Oleh Redaksi Publiksatu / Rudi · Jumat, 25 Oktober 2019 19:26 WIB · 2 menit baca
Pembinaan Ormas Kesbangpol Kolaka Diwarnai Protes Peserta

PUBLIKSATU, KOLAKA - Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Pemda Kabupaten Kolaka menggelar kegiatan sosialisasi dan pembinaan organisasi kemasyarakatan (Ormas), Rabu (23/10) lalu.

Sosialisasi dan pembinaan Ormas tersebut ditandai pelaksanaannya oleh Wakil Bupati Kolaka, Muhammad Jayadin di aula sasana praja. Kantor Bupati Kolaka diikuti setidaknya 45 orang pengurus LSM dan OKP yang terdaftar pada Badan Kesbangpol.

Dalam kesempatan tersebut Wabup Jayadin menyatakan Ormas merupakan elemen penting dalam kehidupan berdemokrasi. Dimana semua tindakan dan kebijakan penyelenggara pemerintahan perlu disikapi secara obyektif oleh masyarakat selaku pemangku kepentingan, termasuk LSM.

Meski demikian Jayadin berharap semua aspirasi dari masyarakat harus disampaikan secara baik dan sopan, tanpa menghilangkan kekritisan dan keobyektifannya.

"Saya dulu karyawan PT Antam dan pernah memperjuangkan nasib dan kepentingan para karyawan. Karena itu sikap kritis dan terbuka sudah menjadi hal biasa bagi saya. Jadi siapa saja yang ingin menyampaikan aspirasi secara langsung bisa sampaikan langsung ke saya 1 x 24 jam, namun harus dengan cara yang baik," tegasnya.

Hadir sekaligus menjadi pemateri dalam kegiatan tersebut Ketua Komisi I DPRD Kolaka Bakri Mendong, Kasat Binmas Polres Kolaka AKP Prasaja, Dandim 1412 Kolaka yang diwakili Kapten (Inf) Arsyad, perwakilan Kejari, Kepala Kesbangpol Wardi, dan perwakilan pengadilan negeri Kolaka.

Secara umum kegiatan pada Bidang Penanganan Masalah Aktual Kesbangpol itu berlangsung aman. Meski sempat diwarnai protes dari seorang peserta terhadap Bakri Mendong. Salah seorang pemateri karena ia hendak meninggalkan acara sebelum kegiatan berakhir.

Ketika itu Bakri Mendong yang belum lama menyampaikan materi menyatakan izin meninggalkan tempat acara karena akan menghadiri kegiatan lain. Namun Zakiman, salah seorang peserta sosialisasi meyatakan protesnya. Karena kesal, ia kemudian meninggalkan tempat acara. (m6)