Berita Terkini
Buton

Di Hari Sumpah Pemuda, La Bakry Sampaikan Amanat Menpora

Oleh Redaksi Publiksatu / Kasim · Senin, 28 Oktober 2019 21:42 WIB · 4 menit baca
Di Hari Sumpah Pemuda, La Bakry Sampaikan Amanat Menpora

PUBLIKSATU, BUTON-Pemerintah Kabupaten Buton menggelar Upacara Hari Sumpah Pemuda ke-91 tingkat Kabupaten di pelataran eks Kantor Bupati Buton, Senin (28/10/2019) pagi. Upacara ini dimpimpin Bupati Buton, La Bakry.

Dikesempatan ini, Bupati menyampaikan amanat Menteri Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia, Dr H Zainuddin Amali.

Dalam amanatnya, orang nomor satu di jajaran pemerintahan Kabupaten Buton itu terlebih dahulu menyampaikan terima kasih dan penghargaan kepada tokoh pemuda tahun 1928 yang telah mendeklarasikan sumpah pemuda sehingga menjadi pelopor pemuda untuk mewujudkan kemerdekaan Indonesia sekaligus menjaga keutuhan NKRI.

"Hari sumpah pemuda kali ini mengambil tema bersatu kita maju. Tema ini di ambil untuk menegaskan kembali komitmen yang telah dibangun oleh para pemuda yang diikrarkan pada tahun 1928 dalam sumpah pemuda. Bahwa hanya dengan persatuan kita dapat mewujudkan cita-cita bangsa," ujar dia.

Tidak hanya itu, menurutnya dengan pesatnya perkembangan teknologi informasi saat ini, ibarat dua mata pisau. Satu sisi memberikan jaminan kecepatan informasi sehingga memungkinkan para pemuda kita untuk meningkatkan kapasitas pengetahuan dalam pengembangan sumber daya serta daya saing.

Namun, pada sisi yang lain perkembangan ini mempunyai dampak negatif. Informasi-informasi yang bersifat destruktif mulai dari pornografi narkoba, pergaulan bebas hingga radikalisme dan terorisme juga masuk dengan mudah apabila pemuda tidak dapat membendung dengan filter ilmu pengetahuan dan karakter positif dalam berbangsa dan bernegara.

Kata dia, Pemuda yang memiliki karakter yang tangguh adalah pemuda yang memiliki karakter moral dan karakter kinerja, pemudah yang beriman dan bertakwa, berintegritas tinggi, jujur santun, bertanggung jawab, disiplin kerja keras, kerja cerdas, kerja ikhlas dan tuntas.

Salain itu, pemuda harus memiliki kapasitas intelektual dan skill kepemimpinan, kewirausahaan dan kepeloporan yang mumpuni serta pemuda harus memiliki inovasi agar mampu berperan aktif dalam kancah internasional.

"Tema bersatu Kita maju sesungguhnya diperuntukkan untuk seluruh elemen bangsa tetapi bagi pemuda menjadi keharusan karena ditangan permudahlah Indonesia bisa lebih maju. Pemuda untuk Indonesia maju adalah pemuda yang memiliki karakter kapasitas kemampuan inovasi kreativitas yang tinggi mandiri inspiratif serta mampu bertahan dan unggul dalam menghadapi persaingan dunia," ujarnya.

Ia menjelaskan, saat ini di belahan dunia telah lahir generasi muda yang memiliki pola pikir yang serba cepat, serba instan lintas batas cenderung individualistik dan gramatik. Canggihnya ilmu pengetahuan dan teknologi serta mudahnya akses terhadap sosial media telah menjelma menjadi tempat favorit berkumpulnya anak-anak muda lintas negara lintas budaya lintas agama dan interaksi mereka di sosial media berjalan Real Time 24 jam.

Disini, diharapkan peran pemuda dapat bersaing dalam bentuk apapun, tentunya dalam hal yang positif. Pemuda adalah masa depan bangsa dan negara. Pemuda juga harapan dunia, pemuda Indonesia harus maju dan berani menaklukkan dunia.

"Saya berharap kedepan akan banyak muncul tokoh-tokoh muda yang mendunia," harapnya.

Tidak hanya itu, menurutnya gerakan revolusi mental menemukan relevansinya dengan pembangunan karakter.

"Kita bisa kuat tangguh dan kokoh ikut serta dalam percaturan pemuda di dunia kita tidak lagi harus bertahan dan menghadapi dampak negatif dari modernisasi dan globalisasi tapi kita harus mampu memberikan warna untuk mengubah dunia dengan tekad dan semangat dan tentunya didukung oleh ilmu pengetahuan dan teknologi," katanya.

Kata dia, Kemajuan tidak akan pernah tercapai dalam arti yang sesungguhnya kalau masa depan itu hanya dipandang sekedar sebagai poros lanjut dari masa kini yang akan tiba dengan sendirinya.

Tapi bagaimana generasi muda merespon kemajuan itu dengan kearifan menghargai keluhan perjuangan dari generasi sebelumnya tanpa terjebak dalam kejayaan dan romantisme masa lalu serta kenyataan-kenyataan masa ini sehingga membuat mereka tidak lagi sanggup keluar untuk menatap masa depan.

Kalau Pemuda generasi terdahulu mampu keluar dari jebakan sikap-sikap primordial, suku, agama, ras dan kultur menuju persatuan dan kesatuan bangsa. Maka, tugas Pemuda saat ini adalah harus sanggup membuka pandangan keluar batas tembok kekinian dunia demi menyongsong masa depan dunia yang lebih baik.

"Wahai Pemuda Indonesia dunia menunggumu Berjuanglah lahirkanlah ide-ide tekad dan cita-cita pengorbanan dan perjuangan mu tidak akan pernah sia-sia dalam mengubah dunia," ujarnya.

Semangat para pemuda dalam menatap dan ikut Membangun dunia harus terus menjadi obor penyemangat bagi pengabdian Pemuda Indonesia dalam ikut serta berpartisipasi mengangkat bangsa dan tanah air tercinta di Kancah dunia. (Cro2)