Berita Terkini
Buton

Gubernur Sultra Letakkan Batu Pertama Pembuatan Jalan Wabula-Lapandewa Mulus

Oleh Redaksi Publiksatu / Rudi · Senin, 28 Oktober 2019 15:05 WIB · 3 menit baca
Gubernur Sultra Letakkan Batu Pertama Pembuatan Jalan Wabula-Lapandewa Mulus
Foto bersama usai peletakan batu pertama pembangunan jalan poros Wabula Lapandewa yang realisasi dibangun tahun 2020 mendatang

PUBLIKSATU, BUTON SELATAN - Peletakan batu pertama pembangunan jalan poros menghubungkan Desa Wasuemba, Kecamatan Wabula Kabupaten Buton dan Desa Burangasi, Kecamatan Lapandewa Buton Selatan digelar, Sabtu (27/10).

Ini ditandai secara sakral setelah dilakukan "Batata ama moji Burangasi" atau ritual adat Burangasi (doa,red). Dilanjutkan secara simbolis Asisten III Setprov Sultra Wa Ode Zanuria mewakili Gubernur Sultra Ali Mazi meletakan batu pertama.

Setelah itu menyusul secara berurutan Plt Bupati Busel La Ode Arusani, Ketua DPRD Busel La Ode Armada, Kapolres Buton, Dandim 1413 Buton diwakili Danramil Sampolawa.

Peletakan batu pertama pembangunan jalan poros Wabula-Lapandewa ini sekaligus dengan pembukaan pesta adat Maacia Burangasi.

Gubernur Ali Mazi yang diwakili Asisten III Setprov Sultra Wa Ode Zanuria mengatakan, dirinya sangat menyadari kedekatan emosional antara masyarakat Lapandewa, Burangasi, dan Wabula sebagai suatu entitas dalam spektrum masyarakat Buton yang beragam.

Pembangunan jalan lingkar menghubungkan Buton dan Busel ini juga sebagai komitmen pembangunan Gubernur Ali Mazi dan pemerintah dua daerah Buton-Busel. "Untuk itu saya dan Pak Bupati telah menggagas untuk menyambung jalan antara Burangasi Kabupaten Buton Selatan dan Wabula Kabupaten Buton yang saat ini masih terputus," ujar Zanuria.

Dikatakan, dengan terhubungnya dua kawasan ini diharapkan bukan hanya jalinan persaudaraan yang semakin erat. Tapi juga akan memberikan nilai tambah bagi perekonomian daerah. Sehingga kesejahtraan masyarakat diharapkan seakan terus meningkat di masa-masa yang akan datang.

Plt Bupati Busel La Ode Arusani mengatakan, percepatan pembangunan jalan yang masih terisolir menjadi komitmen skala prioritas pemerintah Buton Selatan. Begitupun Pemprov Sultra berkomitmen membangun jalan di Busel yang berstatus jalan provinsi.

Ia juga berharap pemerintah Provinsi Sultra di bawah komando Gubernur Ali Mazi memberikan perhatian serius kepada Busel. Pasalnya Busel masih seumur jagung usianya, membutuhkan perhatian serius untuk percepatan pembangunanya.

Salah satunya jalan poros Lapola Gunung Sejuk. Pengerjaanya sudah selesai penimbunan. Tahun ini ditargetkan akan tuntas diaspal. "Kita berdoa mudah-mudahan Bapak Gubernur diberikan kesehatan wal afiat. Mudah-mudahan program gubernur bukan hanya jalan Lapandewa, tapi kepulauan utamanya jalan di Batuatas," katanya.

Dikatakan, pembangunan jalan di Busel sisa di Pulau Batuatas yang menghubungkan antara desa. Ini juga menjadi komitmen Pemkab Busel. Sedangkan jalan yang berstatus jalan provinsi sudah tuntas tinggal pengaspalan di Gunung Sejuk.

Tokoh masyarakat Lapandewa, Yasin Welson Lajaha dalam sambutanya berharap jalan lingkar menghubungkan Buton dan Busel dapat mempercepat proses akses percepatan pertumbuhan ekonomi dua daerah. "Jalan ini akan dibuat dua jalur, ini luar biasa. Ini karena doa kita semua. Amalan dari tokoh masyarakat, tokoh agama. Dan ini menjadi harapan bagi generasi muda kedepan," harapnya.

"Kami masyarakat Burangasi merasa bersukur atas kehadiran bapak ibu. Mudah-mudahan menjadi renungan bagi masyarakat Burangsi. Kami bersukur sudah didatangi mudah-mudahan jalan poros Busel dan Buton ini pembangunanya berjalan dengan baik," tambah mantan senator DPD Dapil Sultra ini.

Seperti diberitakan Buton Pos edisi 24 dan 25 Oktober 2019, Sekda Busel La Siambo mengaku jalan poros Buton dan Busel ini rencananya akan direalisasikan pengerjaanya tahun 2020 mendatang. Tahun ini baru tuntas usulan perencanaan oleh Pemkab Busel. Ini juga sudah diusulkan ke Pemprov Sultra.

"Ruas jalan itu nanti dua jalur pakai aspal hotmix dengan panjang jalan sampai di Wabula 12 kilometer," katanya

Sementara itu Kadis PU Busel La Ode Muhammad Idris mengaku, rencananya ruas jalan tersebut dibagi dua jalur. Ini juga sesuai usulan Gubernur Ali Mazi. Lebar jalan 15 meter ditambah 1 meter median dan satu meter bahu jalan. Jadi total lebar jalan 17 meter. Estimasi anggaran direncanakan Rp 70 miliar untuk pembangunan jalan tersebut. Dengan menggunakan aspal hotmix. Sudah termaksud dengan pembangunan ruang terbuka publik.

Sesuai perencanaan sampai dititik perbatasan Buton dan Busel panjang jalan lima kilometer. Sedangkan dari Wabula ke titik perbatasan pihaknya juga belum mengetahui. Pasalnya kewenangan yang mengusulkan Kabupaten Buton. (aga)