Berita Terkini
Busel

Maacia Burangasi Diharap Masuk Kalender Pariwisata

Oleh Redaksi Publiksatu / Rudi · Senin, 28 Oktober 2019 15:14 WIB · 3 menit baca
Bagikan
Maacia Burangasi Diharap Masuk Kalender Pariwisata
Asisten III Setda Provinsi Sultra Wa Ode Zanuriah mewakili Gubernur Sultra Ali Mazi membuka pesta adat Maacia Burangasi Kecamatan Lapandewa

PUBLIKSATU, BUTON SELATAN - Pesta adat Maacia Burangasi, Kecamatan Lapandewa Kabupaten Buton Selatan (Busel) rutin digelar tiap tahun. Bupati Busel, H La Ode Arusani meminta Dinas Pariwisata Provinsi Sultra agar pesta adat rutin ini masuk kalender pariwisata.

Hal ini diungkapkan Arusani saat pembukaan pesta adat Maacia Burangasi. Agenda tahunan ini dibuka secara resmi Asisten III Setprov Sultra Wa Ode Zanuriah mewakili Gubernur Sultra Ali Mazi, Sabtu (26/10).

Pesta adat Maacia Burangasi resmi dibuka Gubernur Sultra Ali Mazi yang diwakili Asisten III Setprov Sultra Wa Ode Zanuriah. Yang ditandai pemukulan gong. Hadir Plt Bupati Busel H La Ode Arusani, Sekda Busel La Siambo, Ketua DPRD Busel La Ode Armada, Wakil Ketua II Pomili Womal dan sejumlah anggota. Serta sejumlah pejabat eselon II, III dan IV Lingkup Pemkab Busel, para Kades, tokoh adat dan masyarakat Lapandewa Burangasi.

Plt Bupati Busel H La Ode Arusani berharap pesta adat Maacia ini mendapat perhatian pemerintah provinsi khususnya dinas pariwisata untuk mengekspose potensi wisata di Busel. Salah satunya agenda pesta adat Maacia Burangasi sehingga bisa masuk kalender pariwisata.

"Mudah-mudahan pesta adat Maacia Burangasi ini terekspos di Dinas Pariwisata Provinsi," harapnya.

Sambutan Gubernur Sultra Ali Mazi yang disampaikan Asisten III Setprov Sultra Wa Ode Zanuriah mengatakan, sebagai suatu entitas budaya. Busel sejak berabad-abad yang lalu telah memberikan kontribusi tidak sedikit terhadap keberagaman spektrum budaya Sultra umumnya. Dan terhadap kebutonan khususnya.

"Kita mengenal syech Abdul Wahid yang mengislamkan kerajaan Buton ketika tiba di pulau Buton, " katanya.

Lanjutnya, Syekh Abdul Wahid mendarat pertama kalinya di Rampea kawasan sekitar kita ini. Kita mengenal Raja Lamaindo bapaknya para pemimpin kesultanan Buton.

Dijelaskan kita mengenal masjid Wawoangi sebagai masjid tertua di pulau Buton atau mungkin yang tertua di jazirah Sultra. Itulah khasanah rangkaian kontribusi Busel terhadap khasanah Budaya Buton.

Menurutnya, pesta adat Maacia Burangasi ini salah satu kekayaan budaya warisan leluhur yang harus dilestarikan. Warisan leluhur ini menjadi kearifan lokal yang menuntut kita untuk selalu bijaksana dalam menjaga keseimbangan hidup.

Melalui Maacia leluhur mengajarkan agar selalu menjadi sadar akan kemahakuasaan Allah SWT. Dan pentingnya untuk selalu menjaga keseimbangan alam. "Maacia mengajarkan kita untuk selalu menjaga alam sehingga alam juga akan selalu menjaga kita," ujarnya.

Ia berharap pesta adat Maacia Burangasi sangatlah penting untuk selalu dilestarikan. Kegiatan semacam ini mengajarkan kita untuk selalu sadar akan kebesaran Allah dan pentingnya menjalin ukhuwah Islamiah Serta membangun kegotong royongan diantara kita. Kondisi inilah yang akan selalu mampu mempersatukan dalam menghadapi tantangan kehidupan serta pembangunan dimasa depan.

Kades Burangasi La Hamirun SPd mengatakan, pesta adat Maacia Burangasi menjadi agenda rutin tahunan ini dimeriahkan berbagai lomba seni budaya, permainan tradisional dan olahraga dan puncaknya hari terakhir tanggal 2 November 2019 ditutup dengan prosesi ritual adat di Baruga Burangasi.

Ada lomba olahraga, keagamaan, kesenian seperti tarian tradisional. Dalam lomba kesenian ini yakni ada tarian tradisional cungka, ngibi, mangaru badenda.

Pesta adat Maacia Burangasi ini menjadi agenda rutin pulang kampung masyarakat Ciacia Burangasi yang tersebar diluar daerah pulau Buton.

Ia berharap pesta adat dan seni dan budaya lokal tradisional menjadi kearifan lokal yang terus dilestarikan kepada generasi masa mendatang.(aga)

Bagikan