Kadis Tanaman Pangan Sultra Siap Kucurkan Benih Jagung ke Busel

PUBLIKSATU, BUTON SELATAN - Plt Bupati Buton Selatan (Busel), La Ode Arusani mendapatkan penantang. Bukan penatang dalam dunia politik, namun ditantang wujudkan program peningkatan produksi guna mendukung ketahanan pangan.
Adalah Plt Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Peternakan Sultra, Ir Ari Sismanto. Ia membalas tantangan yang diucapkan Plt Bupati Busel dalam sambutannya di pesta Adat Maacia Burangasi untuk memberikan "menumpahkan" bantuan pertanian dan peternakan di Busel.
Menurut Ari Sismanto, kebijakan Pemerintah Pusat di sektor pertanian masih dititik beratkan kepada peningkatan produksi guna mendukung ketahanan pangan.
Begitupun di Pemprov Sultra di bawah kepemimpinan Gubernur Ali Mazi dan Lukman Abunawas. Dengan visi dan misi program strategisnya Sultra Produktif. Juga menitik beratkan pada sektor pertanian peningkatan produksi-produksi pertanian dalam arti luas.
Kata Ari Sismanto, pihaknya mengurus tujuh komoditas yakni padi, jagung, kedelai, ubi kayu, ubi jalar, kacang tanah dan kacang hijau. Dan juga sub sektor peternakan.
Lanjut dia, tahun 2019 ini di sektor tanaman pangan di Busel mendapatkan benih jagung 209 hektare. Kemudian mendapatkan bantuan benih padi gogos seluas 120 hektare. Ini akan dilaksanakan pada tahun 2019 ini.
"Kami sudah siapkan benihnya. Saat rapat koodinasi di Pemprov dihadiri BMKG yang menyatakan awal Bulan November ini Sultra sudah memasuki musim penghujan," katanya.
"Jadi saya minta para petani untuk siap-siap menanam jagung yang sudah dialokasi seluas 209 hektar dan padi gogos 120 hektar itu," tambahnya.
Ari Sismanto justru membalas tantangan Plt Bupati Busel Arusani. Ia meminta kebutuhan benih dan luas lahan jagung yang mau ditanam untuk petani Busel untuk tahun 2020 mendatang.
"Insyaallah tahun depan gantian saya yang tantang bapak Bupati. Mau tanam jagung berapa luas. Saya siap," ujarnya.
Ia menginstruksikan Kadis Pertanian Busel Muhammad Syafir untuk mendata Calon Petani dan Calon Lahan (CPCL) disiapkan.
"Mau 1000 hektar saya akan akomodir, begitupun padi gogos," janjinya.
Menurutnya, karena memang saat ini pemerintah akan terus mendorong produksi sektor pertanian guna mendukung ketahanan pangan secara nasional.
Di Sultra tambah dia, masih surplus beras. Tahun 2018 Sultra Surplus beras 150 ribu lebih ton. Saat ini Sultra masih punya stok beras di Bulog kurang lebih 15 ribu ton beras.
"Alhamddulillah masih bisa memenuhi kebutuhan pokok kita sampai empat atau lima bulan yang akan datang," katanya. (aga)