Muhammad Naiem, Tiga Kali Bertanding Raih Tiga Medali

PUBLIKSATU, Keberuntungan selalu berpihak pada Muhammad Naiem (16) untuk meraih medali. Siswa kelas XI SMAN 5 Baubau itu baru tiga kali mengikuti pertandingan Taekwondo, sudah berhasil mengoleksi tiga medali.
Pertama, medali perak pada Open Turnament Taekwondo KTTC Cup VI tingkat Sultra di Kendari Juli 2018. Kedua, medali emas pada Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Sultra Desember 2018 di Kolaka. Ketiga, medali perak pada Kejuaraan Taekwondo ke-17 Open Turnament Poltek Cup 2019, 27 Oktober 2019 di GOR Kantor Gubernur Sulsel, Makassar.
Rombongan tim Taekwondo Kota Baubau tiba dari Makassar Senin (20/10) malam didampingi Achonk, salah seorang pelatih Taekwondo Kota Baubau yang setia mendampingi. Mereka berangkat ke Makassar, Senin 21 Oktober 2019 lalu.
Selain Naiem, ada juga rekannya La Ode Sultan Fathin yang meraih medali perunggu. Dari 7 orang atlet utusan Taekwondo Kota Baubau ke Makassar, yang terdiri dari 5 putra dan 2 putri, dua orang meraih medali.
“Tidak ada yang dapat medali emas,” kata Achonk.
Menurut ibunya, Wa Yusmin SPd, Naiem ikut pertandingan Taekwondo baru mulai tahun 2018. Itu pun secara kebetulan, bermula dari ada yang rekrut anak-anak untuk dilatih di Perumnas Waruruma, Kecamatan Kokalukuna, Kota Baubau yang dimotori Heryanto Burhan, S.Ag, M.Pd, salah seorang guru di Kecamatan Bungi, tapi tinggal di Kompleks Perumnas Waruruma.
“Naiem yang ketika itu sering pulang mengadu diganggu teman-temannya saya suruh ikut,” katanya.
Bukan hanya itu, Naiem kecil juga yang saat itu masih kelas IV SDN, sering sakit-sakitan. Tujuannya, Naiem yang sering sakit-sakitan membutuhkan olahraga yang intensif untuk membuat tubuhnya kebal dari penyakit dan untuk mengendalikan perkembangan berat badannya.
Setelah mengikuti latihan intensif Taekwondo, pertumbuhan badannya terkendali, serta tidak lagi sakit-sakitan. Selain itu, dia juga mulai percaya diri dan berani melawan teman-teman yang suka mengganggunya. Hal itu sejalan dengan komentar budayawan UHO Dr Sumiman Udu, M.Hum. Menurutnya, jika kita kembali ke filosofi Buton, seorang lelaki sejati adalah mereka yang memiliki kemampuan bela diri.
“Jangan kan tubuhnya untuk dapat disentuh oleh pukulan, telinga pun tak lagi disentuh oleh kata-kata kasar dan jelek yang dapat menyakiti hatinya,’" katanya yang dikutip dari salah satu komentarnya di media sosial.
Terkait hubungan olahraga dengan kemampuan akademik, menurut Sumiman Udu, sesuatu hal yang penting. “Dalam tubuh yang sehat terdapat jiwa yang sehat,” katanya.
Kalau tubuh dan jiwa sudah sehat pasti akan melahirkan otak yang cerdas. Naiem pun setelah aktif di Taekwondo dan tidak lagi sakit-sakitan, dia mengalami perubahan yang signifikan dalam dunia akademik. “Nilainya makin baik,” kata Wa Yusmin.
Kegiatan latihan di Perumnas Waruruma putus juga ketika naik kelas VI, sabumnya mungkin sibuk atau anak-anak yang sudah tidak bersemangat lagi, akhirnya bubar setelah Naiem mendapat sabuk kuning. Sampai tahun 2018, setelah duduk di kelas IX SMPN 5 Baubau, Naiem bersama beberapa temannya dari Waruruma mendaftar di Dojan Taekwondo, Kodim Baubau. Begitu masuk latihan, langsung disiapkan menjadi atlet Porprov Sultra 2018 di Kolaka.
“Saya yang panik, saya tidak pernah berpikir akan mengikuti pertandingan yang berat seperti itu. Tapi akhirnya saya dukung setelah bapaknya meyakinkan, kalau tidak akan terjadi apa-apa, katanya, itu perkelahian yang terpimpin yang penuh dengan aturan dan rambu yang harus diikuti, setelah itu baru saya tenang,” katanya.
-
Muhammad Naiem (kedua dari kiri) naik podium setelah berhasil meraih juara dua
Sebelum terjun di Porprov mereka terlebih dahulu mengikuti Open Turnamen Taekwondo KTTC Cup VI tingkat Sultra di Kendari. Pertandingan pertamanya membuat Naiem tampil dengan was-was. Bahkan sempat sakit perut saat bertanding.
“Saya panas dingin, sampai sakit perutku,” kata Naiem mengingat menghadapi pertandingan pertama yang penuh ketegangan itu.
Namun saat itu atlet Baubau yang menurunkan tim besar yang terdiri dari dua Dojan, yaitu Dojan Kodim dan Dojan Polres berhasil memborong medali, terdiri dari 4 medali emas, 7 medali perak dan 3 medali perunggu. Naiem hanya bisa meraih medali perak, sebagai prestasi pertamanya yang diraih sambil sakit perut.
“Seandainya saya tidak sakit perut bisa dapat emas,” katanya.
Pada Proprov 2018 Naiem membuktikan dirinya dengan meraih satu medali emas dari lima medali yang disumbangkan atlet Taekwondo Kota Baubau, yang terdiri dari empat medali emas dan satu medali perunggu.
“Semoga prestasi yang dia raih sekarang bisa mendukung masa depannya yang lebih baik,’’ kata Wa Yusmin.(ramli)