Pemilik Tanah Pasang Harga Tinggi, Lahan Pengembangan Bandara Betoambari Kurang

PUBLIKSATU, BAUBAU - Upaya pembebasan lima bidang tanah untuk persiapan pengembangan Bandara Betoambari belum menemui kesepakatan. Pemerintah Kota (Pemkot) Baubau menganggap harga yang diinginkan pemilik lahan terlampau tinggi.
"Dari 32 orang, masih ada lima pemilik lahan yang belum menyetujui ini karena persoalan harga. Mereka mau melepas tanahnya dengan harga Rp 500 ribu per meter," ungkap Kepala Bagian Administrasi Pemerintahan Umum Setda Baubau, Arif Basari dikonfirmasi di kantornya, Rabu (30/10).
Harga itu, kata dia, jauh lebih tinggi dari nilai yang direkomendasikan konsultan. Kantor Jasa Penilai Publik (KJPP) mematok harga pembelian harus di bawah Rp 200 ribu per meter.
"Hasil perhitungan KJPP tidak sebesar yang diinginkan pemilik lahan. Jadi, kami tidak bisa beli melewati dari harga yang dipatok KJPP," terang Plt Camat Wolio ini.
Kendati begitu, tutur dia, pihaknya masih membuka ruang negosiasi dengan lima pemilik lahan itu hingga akhir 2019. "Lokasi ini adalah lahan kosong di areal tebing yang dipersiapkan untuk safety (pengaman) runway," ujarnya.
Arif menambahkan, tahun ini pihaknya mengalokasikan anggaran sebesar Rp 6 miliar untuk pembebasan lahan di lokasi tersebut dengan luas sekitar tiga hektare. Lahan itu direncanakan untuk perluasan landasan dan safety runway.
"Untuk yang 27 itu sudah aman, mereka sepakat dengan harga yang kami tawarkan. Lokasi ini direncanakan landasan runway pada tahun 2020 mendatang," tandasnya. (exa)