Berita Terkini
Busel

Distan Busel Tampilkan Aneka Ragam Produk Pertanian

Oleh Redaksi Publiksatu / Rudi · Jumat, 1 November 2019 15:18 WIB · 2 menit baca

PUBLIKSATU, BUTON SELATAN - Hari Pangan Sedunia (HPS) ke-39 akan dipusatkan di Lapangan Eks MTQ Kendari Sultra, 2-6 November mendatang, Dinas Pertanian (Distan) Buton Selatan (Busel) akan menampilkan aneka ragam hasil pertanian di pameran.

Menurut Kepala Distan Busel, Muhammad Syafir melalui Kabid Prasarana, Sarana dan Penyuluhan La Ode Mustari SP MSi, pemerntah Kabupaten Busel akan ikut berpartisipasi dan andil dalam mensukseskan HPS tersebut.

Apalagi kata dia, hasil produk pertanian di Busel beraneka ragam. Ini menjadi modal utama yang akan dipamerkan dalam HPS tersebut.

Dikatakan, seluruh hasil panganan Kabupaten Busel ikut dipamerkan dalam HPS nanti. Persiapan sudah matang. Distan akan saling berkaloborasi dengan beberapa stakeholder serperti Dinas Ketahanan Pangan, Dinas UKM, Koperasi, dan Perindustrian dan Perdagangan.

"Dinas Pertanian menampilkan bahan baku pertanian seperti ubi kayu baik dari hulu hingga hilir, maka Dinas Ketahanan Pangan pada pengolahannya akan menampilkan Kaopiku serta produk turunannya, sementara Dinas UKM, Koperasi, Perindutrian dan Perdagangan pada sisi pengemasannya hingga pemasarannya.

Selain itu juga akan dipamerkan tanaman pangan yakni, empat jenis varietas padi beserta tangkainya, kacang tanah dari Desa Hendea dan Siompu. Keunikan kacang tanah dari Siompu memiliki ciri khas yakni setiap satu buahnya memiliki keseragaman banyaknya biji, antara tiga hingga empat.

"Kita juga ada jagung merah lokal dari Lapandewa dan jangung three in one dari Kadatua juga akan ditampilkan," katanya.

Uniknya kata Mustari, jagung three in one karena dalam satu tongkol jagung memiliki tiga warna, merah, ungu dan putih. Jagung tiga warna ini komoditas pangan lokal asli Kadatua.

Sementara hasil perkebunan, ada kopi Robusta dari Desa Hendean hasil holtikutura. Bawang merah Lapandewa dan Masiri Kecamatan Batauga. Bawang merah Lapandewa ciri khasnya dari ukuran umbinya lebih kecil, warna merah lebih menyolok, aromanya lebih tajam. Sementara dari bawang budidaya dari Masiri, umbi lebih besar dan aroma tajam.

Sementara hasil pertanian unggulan seperti jeruk Siompu akan membawa bibit asli dari penakaran. (aga)