120 Guru Antusias Ikuti Pelatihan Menulis Artikel Media Massa
Bagikan

PUBLIKSATU, Sekitar 120 guru dari sejumlah SMP di Kudus mengikuti pelatihan menulis artikel di media massa. Pelatihan yang digelar di SMP 5 Kudus ini, digelar dua hari, kemarin dan hari ini. Pelatihan ini, berguna untuk meningkatkan skill para guru dalam menjalankan perannya sebagai pendidik yang tak hanya mengajar. Melainkan juga tetap berkarya.
Salah satu peserta, Sukamto, guru di SMP 2 Kaliwungu Kudus mengungkapkan, dalam hal menulis, sejauh ini memang dia tak terlalu aktif. Sebab, dia merasa waktunya terlalu padat untuk mengajar dan berkegiatan di dalam keluarga. ”Tahun lalu, tulisan saya dimuat di Radar Kudus. Sebenarnya tak sulit menulis artikel di media massa. Hanya waktunya yang sempit,” ujarnya di sela-sela pelatihan.
Pelatihan ini, diisi dua narasumber. Yakni Abdul Rochim, ketua Tim Penilai PAK (Penilaian Angka Kredit) Kudus dan Zainal Abidin, pemimpin redaksi Radar Kudus.
Abdul Rochim menjelaskan, Permen PANRB Nomor 16 Tahun 2019 tentang Jabatan Fungsional Guru dan Angka Kreditnya telah diberlakukan. Isinya, semua guru PNS yang memiliki jenjang guru pertama dengan pangkat pembina utama madya dan golongan IV/d, wajib memiliki angka kredit dari unsur pengembangan keprofesian berkelanjutan (PKB) jika ingin naik pangkat.
Dia menambahkan, salah satu unsur PKB, yakni publikasi ilmiah. Salah satu kegiatannya, membuat tulisan ilmiah populer (artikel populer) di bidang pendidikan. ”Melalui pelatihan ini, para guru dapat memaksimalkan kompetensi menulisnya. Nantinya tulisan-tulisan mereka akan dimuat di Radar Kudus. Ini bisa menjadi poin tinggi dalam penilaian angka kredit guru PNS,” imbuhnya.
Sementara itu, Zainal Abidin menuturkan, sejatinya para guru telah memiliki banyak bahan untuk dituangkan menjadi tulisan. Misalnya menulis opini tentang realita pendidikan yang dihadapi atau hal-hal lain yang dirasa perlu dikritisi.
Jamin, kasi Kurikulum Dikdas Dinas Pendidikan, Kepemuda, dan Olahraga (Disdikpora) mewakili kepala Disdikpora Joko Susilo menyatakan, sejauh ini masih minim guru-guru di Kudus yang menulis di media massa. Hal ini menunjukkan kompetensi menulis dari guru-guru masih rendah.
”Selama ini yang saya lihat di koran-koran kebanyakan guru-guru dari luar kota. Saya harap setelah pelatihan ini, guru-guru di Kudus meramaikan media massa dengan tulisan-tulisannya. Padahal, kalau dimuat bisa jadi poin untuk kenaikan jabatan,” tutur Jamin.
Pelatihan ini, juga dihadiri Direktur Radar Kudus Baehaqi. Dia mengapresiasi minat para guru yang luar biasa dalam mengikuti pelatihan ini. ”Bapak dan Ibu Guru tak usah ragu. Tulislah. Kalau tidak ada yang ditulis, lantas bagaimana kita mau menjalankan perintah Alqur’an: iqro’?” ujarnya memotivasi para peserta. (radarkudus/jp)