Berita Terkini
Sultra

Pemprov Sultra Gelar Seminar Hari Pangan se-Dunia

Oleh Redaksi Publiksatu / Rudi · Sabtu, 2 November 2019 17:10 WIB · 3 menit baca
Pemprov Sultra Gelar Seminar Hari Pangan se-Dunia
Pemprov Gelar Seminar Hari Pangan se-Dunia

PUBLIKSATU, KENDARI - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sultra mengelar seminar hari pangan se-dunia yang ke-39. Mengambil tajuk "Pemenfaatan Sumberdaya Pangan Lokal untuk Mewujudkan Keanekaragaman Pangan Keluarga".

Mempunyai wujud dan komitmen bersama dalam mewujudkan kedaulatan pangan Nasional demi mendorong kesejateraan masyarakat Indonesia untuk menuju lumbung pangan dunia 2045, Jumat (1/10).

Gubernur Sultra Ali Mazi SH mengatakan, persoalan pangan sudah menjadi isu utama dalam upaya meningkatkan sumber daya manusia. Bukan hanya level nasional dan dunia saja, namun sudah menjadi isu global yang harus ditangani bersama serius, sebagai salah satu agenda pembangunan berkelanjutan.

"Begitu juga untuk Sulawesi Tenggara, pangan telah menjadi salah satu isu utama pembangunan daerah tahun 2018 -2023. Hal ini berdasarkan persoalan yang sedang dihadapi Provinsi Sultra nggara yakni kerentanan terhadap kerawanan pangan, Prevalensi Sunting lebih tinggi jika dibandingkan dengan angka Nasional," ulasnya.

Lanjutnya, mengenai adanya kerawanan pangan, saat ini Badan Ketahanan Pangan Kementerian Pertanian menyebutkan bahwa menurut data pengentasan daerah rentan rawan pangan, Sulawesi Tenggara merupakan salah satu dari 17 Provinsi yang menjadi titik daerah rentan rawan pangan dengan dua kategori yakni rentan dan cukup rentan.

"Sedangkan mengenai Sunting kita ketahui bahwa, Prevalensi Sunting daerah Provinsi Sulawesi Tenggara pada usia Balita tahun 2018 mencapai 36,4 Persen sedangkan pada tahun yang sama ditingkat Nasional mencapai hingga 30,8 persen. Dimana kondisi inj menggambarkan bahwa capaian Provinsi Sulawesi Tenggara berpengaruh Negatif terhadap capaian Nasional," paparnya.

Berdasarkan permasalahan tersebut, sambung Ali Mazi, Pemerintah Privinsi Sulawesi Tenggara telah menetapkan kebijakan pembangunan daerah. Sebagaimana yang tertuang dalam RPJMD tahun 2018-2023.

"Salah satunya diarahkan untuk meningkatkan kondisi aman pada berbagai aspek kehidupan dalam mewujudkan kwalitas hidup masyarakat.

Dengan sasaran yaitu, terpeliharanya kondisi aman dalam keterpenuhan pangan masyarakat agar terbebas dari ancaman kelaparan dan kurang gizi," tandasnya.

Apalagi kata Ali Mazi, kebijakan tersebut selaras dengan kebijakan Nasional yang mengamanatkan pelaksanaan pangan dilaksnakan untuk memenuhi kebutuhan dasar manusia. Dimana dengan memberikan manfaat secara adil, merata dan berkelanjutan. Berdasarkan kedaulatan pangan, kemandirian pangan dan ketahanan pangan sebagaimana diatur dalam UU nomor 18 tahun 2012 tentang pangan.

"Salah satunya yang dilakukan oleh Pemerintah Sulawesi Tenggara bersama Pemerintah Kabupaten/Kota se-Sulawesi Tenggara untuk memelihara kondisi aman dalam keterpenuhan pangan seluruh masyarakat. Sehingga terbebas dari kelaparan dan kurang gizi adalah melalui dari pemanfaatan sumberdaya pangan lokal antara lain komoditi sagu, karena sagu merupakan salah satu bahan makanan pokok yang dikonsumsi sebagian besar masyarakat Sulawesi Tenggara apalagi saat ini luas areal sagu saat ini mencapai 5.105 Hektar dengan priduksi 6967 ton pertahunnya," imbuhnya.

Oleh sebab itu, Ali Mazi mengajak semua masyarakat disemua lini kehidupan terus berbuat sesuatu yang bermakna bagi kehidupan bermasyarakat. Membangun Bangsa dan Negara dengan semangat yang tinggi demi memajukan serta memakmurkan dimasa kini dan masa yang akan datang. Salah satunya dengan membangun kemandirian dan menjaga ketahanan pangan bangsa menghadirkan aneka ragam pangan yang sehat berbahan dasar lokal, yang bernutrisi lengkap dan aman bagi kesehatan secara berkelanjutan.

"Sehingga kita dapat mewariskannya kepada kepada generasi yang akan datang, sehingga menjadikan generasi penerus menjadi genarasi yang berkualitas sehat dan unggul. Agar nantinya dapat mewujudkan kemajuan dan kesejateraan bagi seluruh rakyat Indonesia serta turut berperan aktif dalam mewujudkan kemakmuran umat manusia dan dunia," pungkasnya. (m1)