Pengusaha Butur Berani Borong Jagung Petani se-Kepton

PUBLIKSATU, BAUBAU - UD Putra Pratama siap memborong hasil panen petani jagung di Kepulauan Buton (Kepton). Perusahaan yang berkedudukan di Kelurahan Kampoenaho/Wonco Kecamatan Bungi Kota Baubau ini membeli jagung kuning jenis hibrida dengan harga stabil.
"Untuk harga standar saya beli Rp 2.500 per kilogram untuk jagung petani daratan Kepton. Harga ini tidak akan turun selama-lamanya. Bahkan semakin banyak jagungnya semakin naik pula harganya," kata Direktur UD Putra Pratama, Kuslan dikonfirmasi di pabriknya di Wonco, Jum'at (1/11).
Bukan hanya itu, tutur pengusaha asal Kabupaten Buton Utara (Butur) ini telah membuat kartu perjanjian harga beli jagung hibrida. Kartu ini menjadi jaminan kepastian harga jagung petani.
"Sementara ini, kartu yang saya buat baru untuk 5.000 Kepala Keluarga. Kartu ini tertulis bahwa harga jagung hibrida Rp 2.500 dan tidak akan turun, hanya naik. Kalau kartu hilang, bisa diganti," tegas Kuslan sembari menunjukkan kartu perjanjian.
Lebih jauh, Deki-sapaan akrab Kuslan mengaku tidak muluk-muluk memasang kriteria jagung hibrida yang akan dibeli. Selama jagung tersebut sudah dibuka dari tongkolnya dan kering, maka perusahaannya siap membeli.
"Dalam sehari kami bisa sanggupi beli jagung ini 500 sampai 1.000 ton. Jadi, petani tidak usah khawatir menanam jagung. Selama, manusia masih makan ayam, telur, maka jagung tetap akan bisa dijual," tukasnya.
Deki menambahkan, jagung hibrida yang dibeli perusahaannya akan diekspor. Sejauh ini, sudah ada tiga negara yang menjadi tujuan ekspor yaitu Taiwan, Arab Saudi dan Amerika Serikat.
"Jadi, siapapun petani, saya akan beli jagungnya. Ini bentuk upaya saya ikut membantu pemerintah memberdayakan petani jagung. Saya ingin petani dapat berdaulat secara mandiri," tandasnya.(exa)