Puslitbang Tanaman Pangan Gelar Bimtek

PUBLIKSATU, KENDARI - Pusat Penelitian dan Pengembangan (Puslitbang) Tanaman Pangan mengadakan Bimbingan Teknis (Bimtek) dan pelatihan budidaya hingga pengolahan produk ubi jalar ungu kepada petani milenial di Desa Pudambu, Kecamatan Angata, Kabupaten Konawe Selatan.
Kabid KSPHP Puslitbang Tanaman Pangan, Dr. Agus Wahyana Anggara mengatakan kegiatan ini, disamping untuk memeriahkan Hari Pangan se-dunia (HPS) ke-39 di lokasi gelar teknogi. Bimtek tujuannya sebagai rangkaian kegiatan diseminasi teknologi optimalisasi lahan di bawah tegakan perkebunan Kakao. Dimana lorong-lorong memanjang di antara pertanaman Kakao dibudidayakan beragam tanaman pangan toleran naungan seperti kedelai, ubi jalar ungu, ubi jalar orange, kacang hijau, kacang tanah, kacang tunggak, padi gogo, dan jagung. Hasil panennya kemudian diolah menjadi beragam makanan siap saji yang bergizi dan bernilai ekonomi tinggi.
Agus menambahkan, kegiatan bimtek dan pelatihan ini berkat kerjasama antara Puslitbang Tanaman Pangan, Balai Penelitian Aneka Kacang dan Umbi (Balitkabi) serta BPTP Sulawesi Tenggara. Dimana Bimtek dan pelatihan ini bertujuan untuk memberikan nilai tambah pada produk ubijalar Ungu yang dihasilkan. Dimana turut gadir dalam kegiatan tersebut Kepala Puslitbang Tanaman Pangan yang diwakili oleh Kabid KSPHP Puslitbang Tanaman Pangan, Kasie Pelayanan Teknik Balitkabi, BPTP Sulawesi Tenggara, Ibu-Ibu PKK Kecamatan Angata, Kelompok Wanita Tani Kecamatan Angata para petani dan penyuluh se-Kecamatan Angata.
"Bimtek ini diberikan tidak hanya untuk memperkenalkan budidaya tanaman padi, jagung, kedelai serta aneka kacang dan umbi, tapi juga bagaimana mengolahnya untuk memberikan peningkatan nilai jual," imbuhnya.
Agus menjelaskan, sudah lebih dari tiga bulan pihaknya di Angata untuk melakukan budidaya berbagai varietas unggul yang telah dihasilkan oleh Badan Litbang Pertanian. Harapannya komoditas tersebut dapat dimanfaatkan masyarakat. Selain itu, dapat memberikan nilai tambah melalui pengolahan raw material yang menghasilkan sehingga harga jual yang diperoleh masyarakat lebih tinggi.
"Budidaya beraneka tanaman pangan di bawah naungan Kakao ini sebagai role model untuk disebarluaskan dan diterapkan ke segenap perkebunan Kakao masyarakat. Tujuannya agar masyarakat memiliki peningkatan pendapatan melalui pemanfaatan pertanaman pada lahan di bawah naungan tanaman Kakao," jelasnya.
Agus mengaku selama satu hari kemarin, para petani dan masyarakat di Kecamatan Angata diberikan pelatihan dan bimbingan teknis berupa field visit untuk melihat pertanaman padi, jagung, kedelai, serta tanaman aneka kacang dan umbi yang telah dilakukan oleh para peneliti dan teknisi di lokasi HPS.
"Dimana pada kegiatan ini, masyarakat diberikan kesempatan langsung untuk melihat serta bertanya mengenai berbagai hal yang berkaitan dengan proses budidaya. Tidak hanya itu, para ibu-ibu PKK serta Kelompok wanita tani di Kecamatan Angata juga diberikan pelatihan dan bimbingan teknis mengenai pengolahan produk pasca panen. Khusus ubi jalar ungu menjadi beberapa produk olahan seperti kue kering, brownies, minuman, es krim serta beberapa jenis olahan lainnya," tutupnya.
Sementara itu, Balai Penelitian Aneka Kacang dan umbi-umbian Dr Rudi mengatakan, pihaknya pada hari ini telah melakukan pelatihan budidaya Kacang Tanah, Kedelai dan Kacang Hijau.
"Adanya bimbingan teknis lapangan yang selama ini belum ada hasil tanaman, mudah-mudahan dengan pelatihan kali ini nantinya akan ada hasil dan bisa meningkatkan hasil pendapatan petani," jelasnya.
Tambahnya, dimana pelatihan kali ini sembari menunggu Kakao berbuah yang ditanam oleh masyarakat. Maka sediakan sistim tumpang sari dimana dari penanaman Kacang Kedelai, Kacang Tanah serta Kacang Hijau.
Sementara Balai Pengkajian Teknik Penelitian Sultra, Zainal Abidin SP MP selaku peneliti Tanaman Pangan Madya berharap, adanya pelatihan tersebut dapat di manfaatkan dengan baik semua peserta. Dimana hari ini yang diundang berjumlah 50 orang berasal dari Kecamatan Angata, bahkan ada beberapa berasal dari luar Kecamatan Angata.
"Selain BPTP Sulawesi Tenggara sebagai pensuport acara pelaksanaan bimbingan teknis dan pelatihan pada hari ini. Maka kedepannya akan tumbuh usaha pengolahan kripik dari Ubi Jalar Ungu, Kue dan Escream dari bahan umbi-umbian," harapnya. (m1)