Warga Kolowu Morikana Usulkan Padat Karya

PUBLIKSATU, BUTON SELATAN - Awal rencana berdirinya masjid Almuqarabin Indalmukmini Lingkungan Kolowu Morikana, Kelurahan Masiri memiliki cerita unik.
Salah satunya hamba Allah yang menyumbang 4 ribu bata merah, 40 sak semen, 40 batang besi. Hingga saat ini dermawan itu tak diketahui. Hanya informasi awalnya pengusaha dari Timika.
"Jadi yang menyumbang itu hamba Allah, kita juga tidak tahu yang menerima juga tidak mau menyebutkan siapa nama beliau. Hanya sumbangannya 40 sak semen, 40 batang besi dan 4 ribu bata merah," kata Kepala Lingkungan Kolowu Morikana La Ode Tarmin.
Masjid yang direncanakan dibangun tahun 2015 lalu ini memiliki perjuangan cukup unik. Awalnya panitia membeli lahan. Dilanjutkan dengan pembangunan. Tak lama kemudian ada survei awal program TMMD ke-106 Kodim 1413 Buton.
Berkah bagi warga Kolowu Morikana masjid Almuqarabun Indalmukminin menjadi satu-satunya sasaran pembangunan rumah ibadah.
"Alhamdulillah hari ini kita sudah nikmati. Kami tidak menyangka akan semegah ini. Rencana awalnya pembangunanya 20 tahun. Pikiran kami, mungkin sudah anak atau cucu kami yang lanjutkan pembangunannya nanti," katanya.
Sebagai warga Kolowu Morikana, Tarmin mengaku tak henti-hentinya bersukur kepada Allah SWT yang telah memberikan berkah melalui program TMMD ke-106 Kodim 1413 Buton.
"Kami sangat bersyukur kepada Allah SWT. Seperti disulap ini masjid. Tidak bisa kami bayangkan dengan waktu singkat bisa diselesaikan bagunan semegah ini," katanya.
Ia memperkirakan kalau dibangun dengan dana swadaya. Dengan jumlah hanya Rp 25 ribu dalam 1 KK (Kepala Keluarga) dari 108 KK dari masyarakat. Sesuai keputusan rapat, sementara target pembangunan biayanya hampir 1 M, kapan akan terkumpul. Dengan waktu yang singkat dan jumlah yang ada tak memungkinkan.
"Kami bersukur sekali dengan adanya bantuan seperti ini," katanya.
Tarmin mengaku jika kedepan masih diberikan rejeki untuk membangun. Maka pihaknya akan mengusulkan pembangunan talud di Masiri melalui program padat karya TMMD. Sebab sebagian besar rumah warga ada ditepi pantai.
"Kalau sudah keras ombak bisa masuk air laut sampai daratan dan mengenai rumah warga. Kita berharap kedepan kalau ada lagi TMMD kita mengusulkan lagi," katanya. (aga)