Berita Terkini
Busel

HPS, Kopi Hendea Ludes Diborong Rombongan Duta Besar

Oleh Redaksi Publiksatu / Rudi · Senin, 4 November 2019 15:28 WIB · 2 menit baca
HPS, Kopi Hendea Ludes Diborong Rombongan Duta Besar
Para pengunjung stand Dekranas Buton Selatan di Hari Pangan Sedunia (HPS) yang digelar di Sultra

PUBLIKSATU, KENDARI - Hari Pangan Sedunia (HPS) ke-39 digelar di Kendari Sultra. Kabupaten Buton Selatan (Busel) ikut andil mensukseskan event internasional itu yang digelar sejak Jumat (1/11).

Sejumlah produk potensi unggulan lokal yang dimiliki Kabupaten Busel ikut dipromosikan dalam stand Dekranasda Busel. Tak sedikit beberapa produk unggulan lokal itu ludes diborong pengunjung. Salah satunya kopi hendea diborong rombongan duta besar negara asing.

Dekranas Kabupaten Busel merupakan binaan Hj Wa Ode Ruhania Arusani. Kuliner khas lokal dan kerajinan home industri masyarakat Busel ikut dipromosikan.

Pengunjung yang bertandang di lokasi stand Dekranas Pemkab Buton Selatan disugukan kopi Hendea. Kopi lokal yang ada di Kecamatan Sampolawa ini yang menjadi salah satu produk andalan yang sudah dipasarkan secara meluas Dekranas Busel.

Kopi bubuk instant hasil olahan petani lokal ini bahkan memikat rombongan diplomat asing yang sempat berkunjung di stand pameran dekranas Busel.

Kopi Hendea tak ketinggalan memukau pengunjung. Sungguhan kopi Hendea kurang sedap jika pasangan yang sempurna dinikmati dengan sajian kuliner lokal yang berbahan dasar singkong diantaranya, Sanggara Banda, Epu-epu dan Tuli-tuli.

Kabid Usaha Mikro Kecil Menengah Dinas Koperasi UKM dan Perindag Busel, Jumiati SE menjelaskan, seluruh produk unggulan yang dipamerkan itu sudah dalam bentuk kemasan. Produk unggulan itu juga dapat diperoleh pemesanan online.

"Di Dekranas Buton Selatan selain mempromosikan kopi hendea juga menyediakan aneka ole-ole diantaranya jambu mete, stik kelor, kripik pisang, kripik ubi, abon ikan tuna dan bawang goreng Lande," katanya.

Pada Sabtu (2/11) stand dekranas Busel juga menarik perhatian Ketua Dekranasda Provinsi Bali. Sekitar pukul 11.15 WITA di stand Dekranasda Busel, Ketua Dekranas Provinsi Bali juga mengamati hasil produk yang dipajang.

Ia juga sempat berdiskusi terkait produk unggulan sarung Tenun pewarna alam Busel. Ia tertarik dengan bahan dasar alam yang digunakan dalam proses pewarnaannya.

"Kain tenun Buton tidak mengkilap langsung yang mana bahan dasar pewarna alam menggunakan bahan dari daun jati dan daun jambu mete sesuai dengan sumber daya lokal didaerah Busel," kata Jumiati.

Di stand dekranas bersama rombongan 6 orang anggota dari dekranasda provinsi Bali.

Kata Jumiati, dalam diskusiya ketua Dekranas Bali sangat mengapresiasi kreatifitas dari pelaku usaha kerajinan yg inovatif dan lebih dikembangkan lagi dalam pembinaan pelaku UMKM agar lebih mempertahankan kualitas produk yg dihasilkan.

"Tak lupa mencicipi kopi hendea, dan ingin membawa pulang sebagai oleh, tetapi stok yg di siapkan sebanyak 50 pcs telah habis diborong oleh rombongan tamu duta besar yang berkunjung ke stand busel sehari sebelumnya," ktanya. (aga)