Pemprov Sultra Bangun Jejaring Demi Kesejahteraan Petani

PUBLIKSATU, KENDARI - Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara membangun jejaring kemitraan berkelanjutan demi kesejateraan seluruh Petani yang ada di Sulawesi Tenggara. Acara itu digelar pada temu bisnis, yang merupakan rangkaian Hari Pangan Sedunia (HPS) ke-39, kemarin.
Gubernur Sulawesi Tenggara, H Ali Mazi mengatakan, saat ini industri pertanian di Sulawesi Tenggara sedang berkembang pesat. Jumlah hasil panen pada wilayah pusat pertanian juga meningkat setiap tahunnya. Hal ini, tentunya sangat berpengaruh pada tingkat kesejateraan para petani yang ada di Sulawesi Tenggara.
"Sehingga pencapaian hasil pertanian tersebut harus didukung oleh jalinan kemitraan yang berkeadilan dan berkelanjutan antara para petani dengan para pelaku usaha, Buyer atau Eksportir komoditas pertanian. Dalam rangka meningkatkan kesejateraan petani dan sekaligus menjaga stabilitas stock pangan daerah dan Nasional," jelasnya.
Olehnya itu selaku pimpinan daerah Provinsi Sulawesi Tenggara, Ali Mazi memberikan apresiasi positif atas acara temu bisnis itu. Apalagi jika berhubungan dengan kesejateraan seluruh Petani.
"Karena kegiatan ini merupakan momentum yang sangat strategis bagi keberlangsungan industri yang ada di Sulawesi Tenggara. Melalui upaya menciptakan dan memperluas akses pasar bagi komoditas pertanian Sulawesi Tenggara baik didalam maupun di Luar Negeri," terangnya.
Berdasarkan data Iqfast (Indonesia Quarantine Full Automatic Sistem) Provinsi Sulawesi Tenggara memiliki komoditi unggulan dibindang pertanian dan perkerbunan berpotensi untuk dapat diekspor keluar Negeri. Dengan pangsa Pasarnya Singapura, Malaysia, Jepang, China, Korea Selatan, India, Arab Saudi, Amerika Serikat dan beberapa Negara Uni Eropa seperti Jerman, Belanda, Belgia dan Francis.
"Komoditi tersebut yang dapat ekspor adalah Kopra 45 Ribu Ton, Beras atau Padi kurang lebih 27,3 Ribu Ton, Kacang Mete kurang lebih 7,8 Ton, Kakao Biji kurang lebih 4,5 Ribu Ton, Jagung kurang lebih 3,9 Ribu Ton dan Cengkeh kurang lebih 3 Ribu Ton. Dengan komoditas tersebut sangat efisien untuk mendorong laju pertumbuhan perekonomian dan daya saing Sulawesi Tenggara melalui perdagangan dan lalu lintas produk pertanian baik domestik maupun di Dunia Internasional," ulasnya.
Apalagi hari ini, untuk merealisasikan Nota kesepahaman antara petani dan para pelaku usaha mengenai kemitraan pemasaran yang berkelanjutan, serta jalinan kerjasama dapat menjadi kekuatan serta motivasi untuk meningkatkan kekuatan Industri pertanian. Sehingga dapat mendukung dan mengsukseskan program pembangunan Nasional khususnya dibidang Pertanian.
"Pemerintah Provinsi juga akan merealisasikan komitmen untuk meningkatkan kesejateraan bagi Aparatur Sipil Negara di lingkup Pemerintah Provinsi dan masyarakat pada umumnya. Diawali dengan penandatanganan nota kesepakatan antara Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara dengan Perum Bulog Kantor Wilayah Sulawesi Tenggara, terkait pengadaan dan penyaluran beras dilingkup Pemprov Sulawesi Tenggara. Sehingga ini merupakan satu wujud komitmen yang kuat dan kerjasama yang sinergi serta harmonis antara pemerintah Pusat, Pemerintah Provinsi serta Stake Holder," tutupnya. (m1)