Berita Terkini
Busel

2020, Busel Genjot Potensi Kebudayaan

Oleh Redaksi Publiksatu / Rudi · Selasa, 5 November 2019 16:06 WIB · 4 menit baca
2020, Busel Genjot Potensi Kebudayaan
Plt Bupati Busel La Ode Arusani berpose bersama perangkat adat se Busel usai menggelar pertemuan di aula Rujab

PUBLIKSATU, BUTON SELATAN - Pemerintah Kabupaten Buton Selatan (Pemkab Busel) menargetkan tahun 2020 membenahi potensi kebudayaan menjadi salah satu destinasi unggulan wisata.

Dalam upaya mewujudkan salah satu visi dan misi dalam target Busel Beradat tersebut, Plt Bupati Busel H La Ode Arusani menggelar pertemuan khusus bersama seluruh tetuah perangkat adat di tujuh Kecamatan di aula Rujab, Senin (4/11)

"Kedepan pegembangan potensi kebudayaan Busel akan ditargetkan menjadi destinawi pariwisata. Selama ini kegiatan kebudayaan belum tereksplor. Saya berharap kebudayaan kita masuk kelender pariwisata. Ini yang kita genjot 2020 karena ini potensi unggulan daerah," ujar Plt Bupati Busel La Ode Arusani kepada wartawan di Rujabnya, Senin (4/10).

Ia menjelaskan, Pemkab akan menginventarisir seluruh kegiatan ritual adat maupun kegiatan yang bernuansa kebudayaan seluruh desa dan kecamatan. Baik sudah tiap tahun direalisasikan ritual adat maupun kegiatan tradisi masyarakat setempat. Sehingga dapat dikembangkan pemerintah daerah menjadi pontesi wisata.

"Kita berharap kebudayaan ini. Karena nilai-nilai prosesi adat budaya kita ini sangat unik jauh berbeda dengan daerah lain. Kedepan akan menjadi destinasi wisata kita," harapnya.

Menurutnya selama ini kegiatan budaya ini ada sebagian vakum maupun tidak mendapat perhatian serius pemerintah. Kata dia, jika ini digenjot menjadi kekayaan tersendiri bagi Busel. Makanya ini yang akan digenjot sehingga menjadi potensi unggulan mendukung potensi wisatan Busel.

Ia menargetkan potensi unggulan pariwisata di kebudayaan ini diharapkan menjadi kalender pariwisata Busel untuk ivent internasional.

"Kita harap kegiatan ritual kebudayaan, pesta adat yang menjadi potensi pariwisata budaya kita masuk kalender pariwisata," tegasnya.

Ia mengaku tahun 2020 Pemkab akan mendukung penuh seluruh program kebudayaan di Busel. Arusani juga sudah mengistruksikan Dinas Kebudayaan bekerja ekstra mewujudkan target trsebut. Dinas Pariwisata yang akan menjadi ujung tombak marketing mengeksplor keluar.

"Jadi kita berharap seluruh infrastruktur sarana dan prasarana ritual adat kita akan diperhatikan," katanya.

Ia berjanji dengan menargetkan seluruh infrastruktur pendukung kegiatan budaya ritual masyarakat akan didukung.

Seperti sarana dan prasarana parabela akan didukung dengan anggaran dari Pemkab sesuai kemampuan daerah. "Ini target kita sementara kita upayakan sehingga salah satu program Busel beradat itu terwujud," katanya.

Sementara itu Kepala Dinas Kebudayaan Busel LM Yusuf Hibali mengatakan, pemerintah daerah dibawa komando H La Ode Arusani memiliki perhatian khusus terhadap lembaga kebudayaan di Busel.

Kata dia, di tahun 2020 lembaga adat ini sudah mendapatkan beberapa kegiatan-kegiatan. Tahun ini sudah ada beberapa fasilitas yang diupayakan untuk mendukung kegiatan lembaga adat.

"Baik itu mulai dari biaya operasional di Baruga. Pemkab Busel juga mendukung baju perangkat adat termaksud insentif 18 baruga di tujuh kecamatan. Tahun ini sekitar 300 jutaan. Tahun 2020 ada beberapa bagian sarana dan prasarana yang perlu dilengkapi," katanya.

Yang jelas kata dia, tahun 2020 itu baruga di Busel ini mendapat perhatian khusus Pemkab. Misalnya alat kesenian tiap baruga dan lembaga adat. Hampir seluruh baruga sudah rusak alat kesenianya. Seperti gendang. Kemudian ditambah alat komunikasi seperti warles soundsistem sehingga ketika ada acara ritual tidak lagi kesulitan.

Kemudian tiap baruga disiapkan ganset. Masyarakat adat di Busel sekitar 210 orang. Tahun 2020 akan ada insentif untuk perangkat adat. Ini juga sementara disusun draf regulasi pendukungnya.

"Pada prinsipnya Pemkab sangat memberikan perhatian dengan kebudayan kita karena ini potensi," ujarnya.

Ini diupayakan supaya anggaran yang dilakukan tiap lembaga adat itu tidak keliru dalam penggunaanya. "Sehingga kelayakan pemberian instentif itu tepat dan tidak keliru," katanya.

Sarana dan prasana baruga hampir seluruh baruga akan dibenahi tahun 2020 mendatang. Sarana budaya tahun 2020 akan dibenahi.

"Namun semua ini tergantung postur anggaran yang disiapkan tahun 2020 mendatang," katanya.

Sasaran kebudayaan bahwa nilai-nilai kebudayaan di Busel itu harus dieksplor keluar. Karena sudah ada ivent akhir tahun 2019 ini. Cikal bakalnya kedepan diharapkan menjadi aset bagi potensi pariwisata daerah kedepan.

"Kalau kita memulai, daerah ini hanya terkenal dari sisi kebudayaanya. Budaya itu salah satu aset yang paling mudah kita dikenal orang," katanya.

Di Busel ada 33 Benteng dan tidak ada didaerah lain. Ada 18 Baruga tidak ada sebanyak ini didaerah lain.

Perhatian pemerintah dibidang kebudayaan tahun 2020 akan terlihat. Lebih maju dari Busel sebelumnya. Dispar juga akan membuat kalender pesta adat kebudayaan. "Marketingnya nanti Dinas Pariwisata. Kita seletelah membangun kembali menghidupkan secara besar-besara kegiatan kebudayan Busel. DInas Pariwisata yang menjadi marketingya," tutupnya.(aga)