HPS, Pemkab Busel Tampilkan Pangan Langka
Bagikan

PUBLIKSATU, BUTON SELATAN - Stand Dekranas Buton Selatan pada peringatan Hari Pangan Sedunia yang digelar di Kendari tak pernah sepi pengujung. Salah satu yang ditampilkan makanan pangan langka Jawawut (Woto).
Pemkab Busel melalui Dinas Ketahanan Pangan di tahun 2020 optimis Buton Selatan Produktif tercapai dapat dilihat dari kreatifitas petani dalam mengolah hasil pertanian dan perikanan.
Hal ini seperti diungkapkan Plt Kepala Dinas Ketahanan Pangan Busel Wa Ode Haida kepada media ini, 3 November 2019.
Mentan Syahrul Yasin Limpo resmi membuka peringatan HPS di Kendari. Diawali dengan panen raya Cacao di Kecamatan Angata, Konsel.
Kata Haida, saat mengunjungi stand pameran Pemkab Busel. Gubernur Sultra dan ibu sangat terpukau dengan kenikmatan kopi hendea dan produk lokal kaopiku. Ini sebagai makanan kuliner yang berbahan dasar pangan singkong lokal Busel.
"Malam pertama pameran HPS stand Kab Busel dikunjungi oleh Gub Sultra Alimazi dan ibu beserta rombngan. Pak Gub dan Ibu sangat terpukau dengan kenikmatan kopi hendea dan kaopiku sebagai makanan kuliner yang berbahan dasar pangan lokal Busel," ujar istri politisi Golkar La Hijira ini.
Ia mengaku, selain itu juga Gubernur Sultra dan pengujung dari rombongan duta besar asing sangat tertarik degan makanan Jawawut (woto) yang saat ini merupakan makanan langka. Di stand milik Pemkab Busel juga dipamerkan panganan langka ini.
Dia menjelaskan, stand Pemkab Busel juga menyiapkan berbagai sajian makanan kuliner untuk dicicipi oleh pengujung seperti kopi hendea dan kopi rongi, tuli-tuli, epu-epu, onde-onde, lantaku, bronis asli kaopiku juga bolu gulung asli kaopiku.
Di hari ke dua stand Busel dikunjungi Bupati Solok bersama ibu dan rombongan. Mereka juga tertarik dengan kuliner Busel. "Ibu Bupati solok memborong jambu mete juga kacang tanah yang digoreng dengan kulit," katanya.
Ia menambahkan, pihaknya juga sudah mendapatkan apresiasi dan tawaran dari Kementrian Pertaniaan yang membidangi pangan lokal untuk kerja sama pengembangan kuliner pangan lokal non beras dan non tepung terigu.
"Alhamdulillah dari Kementrian pertanian bidang pangan lokal mengajak kerjasama untuk pengembangan kuliner pangan lokal non beras dan non tepung terigu. Kerena tepung kaopiku yang berbahan baku singkong ini cukup menjanjikan," katanya. (aga)