Berita Terkini
Busel

Busel Miliki 18 Baruga, 33 Benteng

Oleh Redaksi Publiksatu / Rudi · Rabu, 6 November 2019 17:31 WIB · 3 menit baca
Bagikan
Busel Miliki 18 Baruga, 33 Benteng

PUBLIKSATU, BUTON SELATAN - Potensi budaya di Kepulauan Buton cukup potensial. Tak terkecuali di Kabupaten Buton Selatan. Dinas Kebudayaan Busel mencatat ada 18 baruga dan 33 benteng tersebar diseluruh kecamatan di Busel.

"Kita miliki 33 Benteng dan tidak ada didaerah lain. Ada 18 Baruga tidak ada sebanyak ini didaerah lain," kata Kepala Dinas Kebudayaan Busel La Ode Muhammad Yusuf Hibali di Rujab Bupati Busel awal pekan ini.

Menurutnya, salah satu potensi unggulan itu akan digenjot di tahun 2020. Pemkab Busel memiliki perhatian dan komitmen mempertahankan warisan leluhur nilai-nilai adat ritual budaya yang ada di Busel.

Rencananya, kata dia, di tahun 2020 lembaga adat ini sudah mendapatkan beberapa kegiatan-kegiatan. Pemkab Busel sesuai komitmen Plt Bupati Busel La Ode Arusani akan memfasilitasi diupayakan untuk mendukung kegiatan lembaga adat.

Termaksud insentif parabela, sarana dan prasarana pendukung kegiatan ritual adat. "Baik itu mulai dari biaya operasional di Baruga. Pemkab Busel juga mendukung baju perangkat adat termaksud insentif 18 baruga di tujuh kecamatan. Tahun ini sekitar 300 jutaan. Tahun 2020 ada beberapa bagian sarana dan prasarana yang perlu dilengkapi," katanya.

Yang jelas kata dia, tahun 2020 itu baruga di Busel ini mendapat perhatian khusus Pemkab. Misalnya alat kesenian tiap baruga dan lembaga adat. Hampir seluruh baruga sudah rusak alat kesenianya. Seperti gendang. Kemudian ditambah alat komunikasi seperti warles soundsistem sehingga ketika ada acara ritual tidak lagi kesulitan.

Kemudian tiap baruga disiapkan ganset. Masyarakat adat di Busel sekitar 210 orang. Tahun 2020 akan ada insentif untuk perangkat adat. Ini juga sementara disusun draf regulasi pendukungnya.

"Pada prinsipnya Pemkab sangat memberikan perhatian dengan kebudayan kita karena ini potensi," ujarnya.

Ini diupayakan supaya anggaran yang dilakukan tiap lembaga adat itu tidak keliru dalam penggunaanya. "Sehingga kelayakan pemberian instentif itu tepat dan tidak keliru," katanya.

Sarana dan prasana baruga hampir seluruh baruga akan dibenahi tahun 2020 mendatang. Sarana budaya tahun 2020 akan dibenahi.

"Namun semua ini tergantung postur anggaran yang disiapkan tahun 2020 mendatang," katanya.

Sasaran kebudayaan bahwa nilai-nilai kebudayaan di Busel itu harus dieksplor keluar. Karena sudah ada ivent akhir tahun 2019 ini. Cikal bakalnya kedepan diharapkan menjadi aset bagi potensi pariwisata daerah kedepan.

"Kalau kita memulai, daerah ini hanya terkenal dari sisi kebudayaanya. Budaya itu salah satu aset yang paling mudah kita dikenal orang," katanya.

Perhatian pemerintah dibidang kebudayaan tahun 2020 akan terlihat. Lebih maju dari Busel sebelumnya. Dispar juga akan membuat kalender pesta adat kebudayaan. "Marketingnya nanti Dinas Pariwisata. Kita seletelah membangun kembali menghidupkan secara besar-besara kegiatan kebudayan Busel. DInas Pariwisata yang menjadi marketingya," tutupnya.(aga)

Bagikan