Pesta Adat Wapulaka Digelar, Arusani Komitmen Bangkitkan Budaya Warisan Leluhur

PUBLIKSATU, BUTON SELATAN - Pesta adat Riapa Baruga Wapulaka, Desa Bahari, Kecamatan Sampolawa tahun 2019 dibuka secara resmi Plt Bupati Busel H La Ode Arusani, Selasa (5/11).
Pembukaan pesta kampung itu ditandai dengan pemukulan gong dipimpin Plt Bupati La Ode Arusani yang mengenakan pakaian sentuhan buton dan kampurui warna merah. Sebelumnya, rombongan disambut dengan tarian adat Tari Mangaru.
Rombongan Bupati bersama forkompinda diarak keliling kampung dalam pawai karnaval budaya bersama warga kampung Wapulaka yang memiliki tiga desa itu.
Pesta adat riapa baruga Wapulaka ini mengusung tema dengan makna menjunjung tinggi rasa kekeluargaan persaudaraan masyarakat wapulaka.
Pesta kampung Wapulaka ini merupakan komonitas masyarakat tiga desa Bahari I, Bahari II dan Bahari III. Kampung Wapulaka tersohor dengan pantai ratu empatnya.
Pesta Kampung tahun 2019 dikenal riapa posambua (makan bersama) kade-kandea atau riapa baruga wapulaka. Tiap tiga tahun sekali digelar paling meriah pesta riapa baruga wapula ini.
Riapa Baruga Wapulaka ini dengan kegiatan prosesi ritual adat dan filosofi budaya turun temurun masyarakat Wapulaka.
Selain acara prosesi adat oleh parabela setempat. Pesta kampung wapulaka ini juga dimeriahkan berbagai lomba seni dan olahraga. Diantaranya sepakbola dan voli bal. Juga dimeriahkan pagelaran seni, karanaval pameran budaya dan permainan tradisional khas masyarakat Wapulaka.
Seluruh peserta pagelaran seni, karnaval budaya ini mengenakan pakaian sentuhan Buton.
"Pesta adat riapa posambua atau riapa baruga wapulaka digelar tiga tahun sekali yang paling meriah," kata Ketua Panitia pesta adat Baruga Wapulaka La Daripi.
Kata dia, pesta kampung ini sudah digelar turun temurun masyarakat Wapulaka. Untuk mempertahankan warisan leluruh nilai-nilai budaya Wapulaka. Tahun ini puncak kemeriahan perayaan yang digelar tiap tahunnya.
Menurut La Daripi, riapa baruga Wapulaka ini memiliki filosofi mendalam sebagai wujud rasa syukur masyarakat kepada ilahi robbi atas limpahan rahmat, nikmat dan rejeki yang telah diberikan kepada warga Wapulaka.
Lanjut dia, selain itu juga menjadi momentum reuni besar diaspora masyarakat Wapulaka untuk pulang kampung. Karena warga Wapulaka sudah terpencar hampir diseluruh negeri nusantara. Diantaranya Indonesia Timur di Papua, Maluku dan Nusa Tenggara yakni seperti dipulau Obi, Buru, Taliabo, Wawonii dan Bacan.
Dengan harapan pulang kampung itu untuk mempererat silaturahmi memperkokoh rasa persatuan dan kesatuan dalam hubungan persaudaraan dan kekeluargaan.
Plt Bupati Busel Laode Arusani mengatakan, pemerintah daerah mensuport dan memberikan perhatian prioritas terhadap kebudayaan yang ada di Busel. Termaksud warisan nilai-nilai budaya yang terus diperhatankan masyarakat Wapulaka.
Arusani berharap kegiatan ritual adat budaya masyarakat terus dipertahankan. Sehingga menjadi kebudayaan ini menjadi kekayaan identitas yang terus dilestarikan.
"Pesta kampung Riapa Baruga Wapulaka ini sangat berkesan bagi saya. Karena ada filosofi nilai untuk menjunjung tinggi rasa kekeluargaan dan persaudaraan. Karena seluruh warga perantau Wapulaka wajib pulang kampung. Ini sangat luar biasa upaya menjaga persatuan," katanya.
Ia juga berharap ivent budaya lebih dikemas menarik lagi dan dipromosikan sehingga memiliki nilai jual dan menggaet hati bagi wisatawan baik lokal maupun mancanegara untuk berkunjung.
Lebih jauh dijelaskan, pemerintah daerah berkomitmen mengembangkan dan membangkitkan kebudayaan warisan leluhur menjadi skala prioritas pembangunan. Sehingga kebudayaan menjadi potensi wisata bagi daerah yang bermultipalyer efek bagi lahirnya ekonomi kreatif. Yang berimbas pada paningkatan kesejahtraan masyarakat.(aga)