Mabuk Buat Onar, Remaja Asal Banyuwangi Diikat di Pohon
Bagikan

PUBLIKSATU, Seorang remaja asal Banyuwangi berulah gara-gara terpengaruh minuman keras (miras). Andika diamankan warga karena berulah memalak warung jamu tradisional di daerah Pedungan, Denpasar. Tak ayal kelakuan remaja tanggung ini meresahkan warga. Warga pun mengikat andika disebuah pohon depan pura Banjar Pitik Pedungan.
Salah seorang warga, Made Raton membenarkan kejadian tersebut. "Iya ada katanya kejadian tersebut, ceritanya mabuk, kemudian mau curi motor orang. Awalnya diikat di Balai Adat terus dibawa ke sini diikat di tiang itu" cerita made raton sambil menunjuk salah satu tiang kepada Bali Express (Jawa Pos Group).
Ketika Bali Express (Jawa Poss Group) mengecek pohon di sekitar pura yang dimaksud, ditemukan bekas tali yang diikat disebuah pohon depan Balai Adat.
Salah seorang pecalang Made Pindah, yang berhasil ditemui menceritakan singkat kejadian tersebut. "Itu yang mengikat anak-anak muda di sana, karena mereka mabuk meresahkan, mereka bertiga, datang dengan 1 motor boncengan 3 orang," jelas Made Pindah.
"Yang mabuk itu 2 orang, ketika saya sampai sudah diikat, cuma saya larang anak-anak muda itu mukul, kemudian saya hubungi Polmas yang bertugas. Dia memang dalam keadaan mabuk. Ketika saya tanya alamat tinggalnya di Denpasar dia menjawab ngasal. Dia diikat dari jam 02.00 sampai jam 06.00," beber Made Pindah.
Yang membuat warga marah, ketika dilepaskan ikatannya oleh warga, dia mencoba lari dengan mencoba membawa motor warga. "Ketika ikatannya dilepas, dia mau kabur dengan motor Grand milik salah satu warga," cerita Made Pindah.
Walaupun telah berbuat onar, warga membebaskan pria tersebut, karena dijaminkan oleh salah seorang warga sesama Banyuwangi. (baliexpress/jp)