Berita Terkini
Buton

Sampaikan Amanat Mensos, La Bakry Ajak Warga Jadi Pahlawan Masa Kini

Oleh Redaksi Publiksatu / Kasim · Minggu, 10 November 2019 17:17 WIB · 3 menit baca
Sampaikan Amanat Mensos, La Bakry Ajak Warga Jadi Pahlawan Masa Kini
Bupati Buton La Bakry saat memimpin upacara Hari Pahlawan

PUBLIKSATU, BUTON-Pemerintah Kabupaten Buton menggelar upacara dalam rangka memperingati Hari Pahlawan ke-74 di lapangan kompleks perkantoran takawa, Minggu (10/11/2019) pagi.

Bupati La Bakry memimpin upacara peringatan semangat juang pengorbanan para pahlawan kusuma bangsa ini dengan menyampaikan amanat Menteri Sosial Republik Indonesia, Juliari P. Batubara.

Dalam amanatnya, La Bakry menjelaskan setiap hari pahlawan masyarakat diingatkan kembali dengan peristiwa pertempuran 10 November 1945 di Surabaya. Pertempuran itu sebagai salah satu momen paling bersejarah dalam merebut kemerdekaan Indonesia.

"Pada pertempuran tersebut rakyat bersatu padu berjuang pantang menyerah melawan penjajah yang ingin menancapkan kembali kekuasaannya di Indonesia," ujar dia.

Peristiwa perang mengingatkan bahwa kemerdekaan yang di rasakan saat ini tidaklah datang begitu saja namun memerlukan perjuangan dan pengorbanan yang luar biasa dari para pendahulu negeri.

Olehnya itu, Ia mengajak agar semangat yang ditunjukkan para pahlawan dan pejuang tersebut hendaklah perlu terus ditumbuhkembangkan di dalam hati sanubari segenap insan warga negara Indonesia.

Tidak hanya itu, dengan peringatan hari pahlawan ini juga di harapan warga negara Indonesia akan lebih menghargai jasa dan pengorbanan para pahlawan sebagaimana ungkapan salah seorang the founding father, Bung Karno yang menyatakan bahwa " hanya bangsa yang menghargai jasa para pahlawannya dapat menjadi bangsa yang besar".

Selaian Itu peringatan hari Pahlawan juga dapat membangkitkan semangat berinovasi bagi anak-anak bangsa untuk menjadi pahlawan masa kini sebagaimana tema peringatan Hari Pahlawan tahun 2019 "Aku Pahlawan Masa Kini,".

Menurutnya, menjadi pahlawan masa kini dapat dilakukan oleh siapapun warga negara Indonesia dalam bentuk aksi- aksi nyata memperkuat keutuhan NKRI. Seperti, menolong sesama yang terkena musibah, tidak melakukan provokasi yang dapat mengganggu ketertiban umum, tidak menyebarkan berita hoax, tidak melakukan perbuatan anarkis atau merugikan orang lain dan sebagainya.

Jika dahulu semangat kepahlawanan ditunjukkan melalui pengorbanan tenaga, harta bahkan nyawa sekarang untuk menjadi pahlawan bukan hanya mereka yang berjuang mengangkat senjata mengusir penjajah. Tetapi juga bisa dengan cara menorehkan prestasi diberbagai bidang kehidupan, memberikan kemasyarakatan bagi masyarakat membawa harum nama bangsa dimata internasional.

Peringatan Hari Pahlawan kiranya dapat meningkatkan kesadaran untuk lebih mencintai tanah air dan menjaganya sampai akhir hayat.

Jangan biarkan keutuhan NKRI yang telah dibangun para pendahulu negeri dengan tetes darah dan air mata menjadi sia-sia. Jangan biarkan tangan-tangan jahil atau pihak yang tidak bertanggung jawab merusak persatuan dan kesatuan bangsa.

Jangan biarkan negeri terkoyak tercerai-berai terprovokasi untuk saling menghasut dan berkonflik satu sama lain. Mari maknai hari pahlawan ini dengan wujud nyata bekerja dan bekerja membangun Negeri menuju Indonesia maju.

Hari pahlawan kiranya bukan hanya bersifat seremonial semata, tetapi dapat diisi dengan berbagai aktivitas yang dapat menyuburkan rasa nasionalisme dan meningkatkan rasa kepedulian untuk menolong sesama yang membutuhkan.

"Dengan menjadikan diri kita sebagai pahlawan masa kini maka permasalahan yang melanda bangsa dewasa ini dapat teratasi. Untuk itu marilah kita terus-menerus berupaya memupuk nilai kepahlawanan agar tumbuh subur dalam hati sanubari segenap Insan masyarakat Indonesia," ujarnya (Cro2).