Berita Terkini
Baubau

Workshop Peningkatan Kapasitas Usaha Pokdarwis

Oleh Redaksi Publiksatu / Rudi · Senin, 11 November 2019 19:28 WIB · 2 menit baca
Workshop Peningkatan Kapasitas Usaha Pokdarwis
KELEMBAGAAN: Ketua Asbakin (Asosiasi Bapak Angkat Indonesia) Sultra, Hernawati memperkenalkan kelembagaan konsep Comunnity Base Tourism (CBT). (FOTO: IRWANSYAH AMUNU)

PUBLIKSATU, BAUBAU - Ketua Asbakin (Asosiasi Bapak Angkat Indonesia) Sultra, Hernawati memperkenalkan konsep Comunnity Base Tourism (CBT) kepada puluhan Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) di aula salah satu hotel di Baubau, Senin (11/11).

Dijelaskan, konsep CBT, dari, oleh, dan untuk masyarakat. Hal tersebut dapat memberikan optimalisasi nilai tambah potensi pariwisata.

"Masyarakat yang kelola, yang jaga," katanya. Sebab jika dibangun Pemda, biasanya masyarakat masa bodoh.

Lantas dia menjelaskan salah satu desa yang pernah dikembangkannya di Yogyakarta. Diawali diskusi dengan salah seorang legislator yang berasal dari Dapil desa tersebut.

Saat itu, desa tersebut masyarakatnya mengais rezeki ke negeri jiran menjadi TKI. Memang secara geografis, desanya tandus, dan krisis air.

Hasil diskusinya, dibuat embung. Hasilnya, embung tersebut menjadi objek destinasi pariwisata favorit. Kini dalam sehari pengunjungnya dibatasi 1500 orang. Menariknya, dua tahun dikelola, ketua Karang Taruna desa tersebut sudah bisa beli mobil.

"Hari ini dibatasi tamu, mereka tidak ingin daerahnya rusak. Sekarang dalam setahun wisatawan antri. Saya masuk disitu, antri tiga bulan ketika hendak berkunjung bersama rombongan. Padahal saya yang mengembangkan desa wisata itu," ulasnya.

Saat ini, Hernawati mangaku sedang mengembangkan desa wisata di Kolaka. Dalam setahun diproyeksikan bisa meraup belasan miliar rupiah.

Hal tersebut, menurutnya bukan mustahil juga dilakukan di Baubau, Buton, Buton Selatan (Busel), dan Buton Tengah (Buteng). Sebab potensinya tidak kalah dengan desa binaannya di Kolaka.(iwn)