CTF Summit Kelima Fokus Pendanaaan Terorisme Hingga Ancaman Regional
Bagikan

PUBLIKSATU, Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) bersama Lembaga Intelijen Keuangan Filipina (Philippines Anti-Money Laundering Council/AMLC) dan Lembaga Intelijen Keuangan Australia (Australian Financial Transaction Reports and Analysis Center/AUSTRAC) menyelenggarakan Counter Terorisme Summit (CTF Summit) terkait aspek pendanaan terorisme. Namun, kali ini juga mengangkat isu-isu yang mengancaman regional signifikan.
Seperti penyalahgunaan teknologi keuangan baru, korupsi, serta kejahatan berbasis korban seperti perdagangan manusia, perdagangan satwa liar yang dilindungi, hingga perdagangan dan eksploitasi seks anak.
Menanggulangi aksi terorisme mensyaratkan adanya kerja sama yang baik dari para pemangku kepentingan, baik lokal maupun internasional. Melalui kesempatan ini, kolaborasi di berbagai sektor untuk menanggulangi terorisme menjadi mungkin.
“CTF Summit akan menjadi forum strategis dalam merumuskan strategi untuk mengatasi terorisme sekaligus pendanaannya,” kata Chairman AMLC, Benjamin E. Diokno dalam keterangannya, Selasa (12/11).
Diokno juga menekankan, CTF Summit kali ini akan menembus topik ruang lingkup pendanaan terorisme sebagaimana namanya. Karena akan membahas juga topik terkait pencucian uang dan kejahatan keuangan lainnya yang terus berkembang dan makin kompleks.
CEO AUSTRAC, Nicole Rose PSM mengatakan, CTF Summit makin berkembang dan telah menjadi contoh kerjasama multilateral yang mendapatkan pengakuan global, khususnya pada pendanaan terorisme dan kejahatan transnasional lainnya.
“Teroris dan organisasi kriminal lainnya berkembang pesat dengan jejaring yang semakin mengglobal, disertai dengan canggihnya teknologi yang mereka gunakan,” terang Nicole.
Karena itulah, kata Nicole, penting bagi lembaga intelijen keuangan di wilayah regional untuk bersatu memerangi ancaman ini bersama. CTF Summit akan menjadi wadah dari inisiatif regional guna memerangi kejahatan yang bersifat transnasional, dan kerja sama dari para pihak.
Sementara itu, Kepala PPATK Kiagus Ahmad Badaruddin menyoroti peran CTF Summit sebagai forum yang memfasilitasi ide-ide baru dan komitmen kuat secara kolaboratif menangani pencucian uang dan pendanaan teroris di wilayah Asia Tenggara, Australia, dan Selandia Baru.
“Memasuki tahun kelima penyelenggaraannya, CTF Summit makin menunjukkan peran strategisnya dalam merumuskan aksi bersama dan komitmen untuk memerangi kejahatan transnasional terorganisir seperti korupsi, perdagangan manusia, dan eksploitasi seks anak,” ucap Badaruddin.
Oleh karenanya, Badarudin menyebut CTF Summit juga akan menjadi forum strategis yang mendiskusikan perihal munculnya teknologi keuangan baru, pencucian uang, dan ancaman pendanaan terorisme di kawasan regional. (JP)