BUMDes Diminta Dimaksimalkan, Genjot Pemberdayaan Ekonomi Kreatif
PUBLIKSATU, BUTON SELATAN - Kabupaten Buton Selatan (Busel) setelah lima tahun menjadi Daerah Otonomi Baru (DOB) sudah beberapa kali menorehkan prestasi, mulai dari opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) atas pengelolaan keuangan daerah tahun 2018 hingga naik kelas melepas status DOB dengan predikat baik dari Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) beberapa waktu lalu.
Plt Bupati Buton Selatan, H La Ode Arusani punya komitmen terus berupaya melakukan loncatan pembangunan demi tercapainya pemerintahan Busel yang produktif, maju dan berkembang. Olehnya itu, Pemdes juga diminta turut andil dalam pembangunan daerah khususnya di sektor kebudayaan dan pariwisata.
Usai menggelar pertemuan sejumlah perangkat adat, perangkat masjid secara berturut-turut beberapa waktu lalu. Kini, H La Ode Arusani berdialog bersama sejumlah perangkat desa se Busel, Minggu (10/11) di aula Rujab Busel.
Pada kesempatan itu, Arusani menginstruksikan kepada perangkat desa agar mengelola Badan Usaha Milik (BUMDes) secara maksimal dalam pemberdayaan masyarakat dan menggenjot potensi pariwisata dan budaya guna meningkatkan pertumbuhan ekonomi. Ia juga berharap kegiatan di desa dan pemerintah daerah bersinergis.
“Ada beberapa desa BUMDesnya tidak maksimal berjalan. Mestinya kedepan kegiatan pemberdayaan masyarakat harus ditingkatkan BUMDes,” kata Arusani.
”Jadi kalau BUMDesnya aktif maka ketika wisatawan berkunjung ke Busel nanti bisa berbelanja khususnya ekonomi kreatif bisa hidup. Paling tidak pedagang kecil hidup. Makanya kedepan pemerintah daerah akan mendukung dan membantu mengucurkan anggaran untuk kegiatan acara kebudayaan di Desa pada tahun 2020,” sambungnya.
Lebih lanjut Arusani menjanjikan beberapa perubahan penambahan anggaran di desa salah satu peningkatan insentif perangkat desa tahun 2020. Termaksud penambahan anggaran beberapa kegiatan di Kecamatan tahun 2020 mendatang.
Ia juga menjanjikan memberikan perhatian serius terutama kegiatan ritual adat. Pihaknya akan menargetkan penambahan anggaran untuk kegiatan acara kebudayaan yang ada di Desa-desa.
Ia juga mengharapkan akses pariwisata di Busel berbasis masyarakat. Bukan berbasis bisnis. Sehingga hasilnya nanti bermanfaat kepada masyarakat bukan kelompok bisnis.
“Karena itu rumah-rumah kita yang ada di desa kita bantu dengan bedah rumah, karena kalau ada turis yang datang mereka tidak tidur di hotel tapi disiapkan rumah warga yang di sewakan yang hasilnya kepada masyarakat. Begitupun BUMDes harus berbasis pada pemberdayaan masyarakat. Ini juga salah satunya untuk menghidupkan ekonomi kreatif, uang kita berharap berputar di Desa. Karena kemajuan daerah ini dimulai dari desa,” pungkas Arusani. (aga)