Berita Terkini
Buton

Tingkatkan Kecerdasan Anak, La Bakry Ajak Warga Buton Gemar Makan Ikan

Oleh Redaksi Publiksatu / Kasim · Kamis, 14 November 2019 16:21 WIB · 2 menit baca
Tingkatkan Kecerdasan Anak, La Bakry Ajak Warga Buton Gemar Makan Ikan
Ilustrasi ikan

PUBLIKSATU, BUTON-Bupati La Bakry mengajak masyarakat Kabupaten Buton untuk membiasakan anak gemar mengkonsumsi ikan. Hal ini guna meningkatkan intelektual pada anak.

Sebagai upaya merangsang anak untuk gemar memakan ikan, La Bakry mengharapkan kepala desa dan ibu-ibu Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) di Kabupaten Buton dapat memberikan pemahaman kepada anak maupun orang tua anak terkait pentingganya mengkonsumsi ikan untuk kecerdasan.

"Maka mulai kedepan, kita saling mengingatkan, pak desa bersama ibu-ibu PKK kasi pemahaman bahwa anak-anak harus kita bekali mereka dengan gizi yang bagus sehingga dia pintar, dia cerdas, dia bisa bersaing," harap La Bakry.

Dalam memberi makan anak, orang tua tak perlu hitung-hitungan. Sebab, menurut dia, ikan banyak mengandung asam lemak Omega-3. Lemak ini sangat diperlukan dalam pertumbuhan dan perkembangan otak.

"Anak-anak harus dikasi makan ikan yang banyak, nga usah hitung-hitung. Karena ikan itu mengandung lemak omega tiga yang bikin cerdas, bikin pintar," ujar dia.

Menurut La Bakry, diluar negeri. Jepang misalnya, mereka rela membayar mahal ikan tuna untuk pertumbuhan otak.

"Mereka mau bayar mahal karna untuk kecerdasan. Karna dia sadari ikan tuna itu kaya omega tiga," katanya.

Namun, kata La Bakry berbeda dengan yang ada di Kabupaten Buton, dikarenakan kebutuhan ekonomi, daging ikan tuna dijual. Lalu kemudian tulangnya dikonsumisi.

"Kita, kita jual, tulangnya kita makan. Akhirnya kita punya anak-anak kebagian tulang. Ini menyangkut pemahaman. Tidak apa-apa bapak-bapak dapat ikan tuna potong kasi makan anak-anak, itu untuk masa depan kita 20, 25, 30 tahun yang akan datang untuk kita punya generasi," harap dia.

Selain itu, Bupati mengharapkan di tahun 2045 mendatang generasi muda di Kabupaten Buton menjadi kaum intelektual dan memiliki pendapatan yang tinggi.

"di 2045 anak-anak kita semua suda cerdas-cerdas, suda pintar-pintar punya pendapatan tinggi, petani juga tidak apa-apa kalau punya ilmu pengetahuan pasti pendapatannya tinggi itu yang menjadi catatan," harapnya.(Cro2)