Berita Terkini
Busel

Dinas Kebudayaan Busel Bakal Invetarisasi Benda Pusaka

Oleh Redaksi Publiksatu / Rudi · Sabtu, 16 November 2019 20:02 WIB · 2 menit baca
Dinas Kebudayaan Busel Bakal Invetarisasi Benda Pusaka
LM Yusuf Hibali

PUBLIKSATU, BUTON SELATAN - Potensi budaya di Kepulauan Buton cukup potensial. Tak terkecuali di Kabupaten Buton Selatan (Busel). Dinas Kebudayaan Busel berencana berupaya mengidentifikasi benda pusaka yang masih ada di Busel.

Kepala Dians Kebudayaan Busel, La Ode Muhammad Yusuf Hibali mengaku Busel memiliki potensi 33 benteng dan tidak ada di daerah lain. Ada 18 baruga tidak ada sebanyak ini di daerah lain.

Menurutnya, salah satu potensi unggulan itu akan digenjot di tahun 2020. Pemkab Busel memiliki perhatian dan komitmen mempertahankan warisan leluhur nilai-nilai adat ritual budaya yang ada di Busel. Kedepan sejumlah potensi kebudyaan itu akan dimaksimalkan pengelolaanya dan pemeliharaanya.

Ia berharap kerja sama semua pihak untuk bisa mengidentifikasi benda pusaka yang ada di Busel. Sehingga menjadi aset kekeyaan warisan khasanah budaya bagi daerah."Termaksud benda pusaka peninggalan sejarah yang masih ada di Busel, termaksud kris atau benda pusaka Syehk Abdul Wahid saat masuk pertama di Burangasi, kita akan diidentifikasi kedepanya," katanya kepada awak media di Rujab Bupati Busel beberapa waktu lalu.

Yang jelas kata dia, tahun 2020 itu baruga di Busel ini mendapat perhatian khusus Pemkab. Misalnya alat kesenian tiap baruga dan lembaga adat. Hampir seluruh baruga sudah rusak alat kesenianya. Seperti gendang. Kemudian ditambah alat komunikasi seperti warles soundsistem sehingga ketika ada acara ritual tidak lagi kesulitan.

Kemudian tiap baruga disiapkan ganset. Masyarakat adat di Busel sekitar 210 orang. Tahun 2020 akan ada insentif untuk perangkat adat. Ini juga sementara disusun draf regulasi pendukungnya.

Sarana dan prasana baruga hampir seluruh baruga akan dibenahi tahun 2020 mendatang. Sarana budaya tahun 2020 akan dibenahi.

Sasaran kebudayaan bahwa nilai-nilai kebudayaan di Busel itu harus dieksplor keluar. Karena sudah ada ivent akhir tahun 2019 ini. Cikal bakalnya kedepan diharapkan menjadi aset bagi potensi pariwisata daerah kedepan.

Perhatian pemerintah dibidang kebudayaan tahun 2020 akan terlihat. Lebih maju dari Busel sebelumnya. Dispar juga akan membuat kalender pesta adat kebudayaan. "Marketingnya nanti Dinas Pariwisata. Kita seletelah membangun kembali menghidupkan secara besar-besara kegiatan kebudayan Busel. DInas Pariwisata yang menjadi marketingya," tutupnya.(aga)