Wisata

Taman Jinja Ajak Wisatawan Seakan Ada di Jepang

Oleh Redaksi Publiksatu / Kasim · Senin, 18 November 2019 20:41 WIB · 3 menit baca
Bagikan
Taman Jinja Ajak Wisatawan Seakan Ada di Jepang
Deretan Torii yang dipadukan dengan bentangan alam yang indah, menjadi daya tarik wisatawan untuk berkunjung ke Taman Jinja

PUBLIKSATU, Kabupaten Karangasem sejak dahulu menjadi salah satu destinasi favorit wisatawan asing yang datang ke Bali. Selain memiliki Tirta Gangga sebagai destinasi wisata unggulan, bentang alamnya juga tidak kalah cantiknya untuk dieksplorasi, khusnya bagi wisatawan mandiri yang datang ke Bali.

Taman Jinja di Banjar Angsoka, Desa Besakih, Kecamatan Rendang, menjadi salah satu destinasi wisata baru, yang tidak saja menawarkan keindahan alam khas bumi Kabupaten Karangasem, namun juga menjadi destinasi wisata dengan perpaduan budaya yang unik. Wisatawan bisa menikmati keindahan taman yang cantik dengan hamparan bunga edelwis, sekaligus merasakan sensasi berwisata layaknya di Jepang. Kenaoa demikian?

Pemandu wisata Taman Jinja, Made Yudi mengatakan, ketika berada di Taman Jinja, wisatawan akan merasa seperti berada di Jepang ketika musim dingin. Selain udaranya yang cukup dingin karena terletak di dataran tinggi, wisatawan bisa melihat puluhan Torii yang dijadikan sebagai dekorasi taman. "Torii merupakan pintu gerbang yang selalu ada ketika memasuki kuil Shinto," jelasnya kepada Bali Express ( Jawa Pos Group) pekan kemarin.

Dilanjutkan Yudi, Torii di Jepang biasa didesain menggunakan palang sejajar yang kemudian ditunjang dengan dua batang kayu vertikal. Umumnya, Torii di Jepang dicat dengan warna merah sehingg terlihat mencolok.

Di Jepang, Torii tidak hanya memiliki fungsi utama sebagai pintu gerbang menuju kuil, namun juga berperan sebagai patok yang membatasi antara wilayah tempat tinggal manusia dengan Kami. Kami merupakan sosok spiritual yang menjadi objek penyembahan para penganut agama Shinto di Jepang. "Torii di Taman Jinja Karangasem inilah yng memunculkan kesan suasana ala Jepang," ungkapnya.

Torii yang ada di Taman Jinja Karangasem bentuknya mirip dengan Torii di Jepang. Dikatakan Yudi, wisatawn bisa melihat Torii yang dicat menggunakan warna merah pada bagian atas serta warna hitam di bagian dasar kayu penyangganya.

Hanya saja, lanjutnya, Torii yang ada di Taman Jinja tidak memiliki fungsi secara spiritual. Keberadaannya hanya berguna sebagai sarana untuk mempercantik suasana di Taman Jinja. Selain itu, Torii yang ada di Taman Jinja juga sengaja didesain berjajar.

Diakuinya, Torii menjadi salah satu spot foto yang paling diminati wisatawn "Lokasi ini menjadi spot foto yang unik karena wisatawan bisa mengambil gambar dengan latar belakang deretan Torii berwarna cerah," urainya.

Selain di deretan Torii ini, destinasi ini juga memiliki beberapa tempat narsis lainnya. Ada banyak wahana di Taman Jinja ini, mulai dari ayunan, rumah pohon, hingga anjungan berisi tulisan ,'Love'.

Untuk memasuki taman ini, wisatawan tidak perlu merogoh kocek terlalu dalam, karena cukup membayar retribusi sebesar Rp 10 ribu bagi turis lokal, dan Rp 20 ribu bagi turis asing. Untuk anak kecil tidak dikenakan tiket masuk.

Jika ingin makan atau minum, pengunjung tidak perlu khawatir, karena ada sejumlah warung makan di dekat lokasi. Harga makanan dan minuman pun cukup murah, berkisar dari Rp 5.000 hingga puluhan ribu rupiah. Hanya saja, di sekitar area ini tidak ada penginapan. “Kalau mau penginapan, pengunjung bisa datang ke wilayah di bawah Pura Besakih,” terang Nyoman Sutarmi, pemilik salah satu warung makan di Taman Jinja. (baliexpress/jp)

Bagikan