Berita Terkini
Busel

BSF Pamerkan Pariwisata dan Kebudayaan

Oleh Redaksi Publiksatu / Rudi · Kamis, 21 November 2019 16:47 WIB · 3 menit baca
Bagikan
BSF Pamerkan Pariwisata dan Kebudayaan

PUBLIKSATU, BUTON SELATAN - Pemerintah Kabupaten Buton Selatan (Pemkab Busel) bakal menggelar perhelatan akbar perdana Buton Selatan Festival (BSF). Event tersebut rencananya akan dibuka mulai tanggal 29 November 2019 hingga 1 Desember 2019.

Ivent ini dalam upaya mempromosikan potensi pariwisata berbasis kebudayaan di Busel. Festival pariwisata dan budaya ini mengusung tema “Keajaiban Buton Selatan. The Wonder of South Buton-Keajaiban Buton Selatan".

Menurut Plt Dinas Komunikasi dan Informatika Busel Ahmad Syahroni, event ini sudah disiapkan sejak jauh hari. Dengan harapan dapat berlangsung sukses sesuai target dan rencana.

Kata Ahmad Syahroni, tema tersebut akan menjadi nafas festival kabupaten sebagai upaya promosi pariwisata nusantara di dalam dan luar negeri.

Diketahui, Busel merupakan daerah pemekaran sejak tahun 2014 dari Buton. Sejak ditetapkannya Bupati Busel dan Wakil Bupati defenitif di tahun 2017. Jajaran pemkab Busel menggalakkan pembangunan pariwisata berbasis adat budaya dan masyarakat serta masyarakat bahari. Sejalan dengan semboyan kabupaten Buton Selatan Beradat.

Hal itu bukan tanpa alasan, karena adat dan budaya asli masih terus dilestarikan oleh masyarakat Busel. Dengan rutinnya digelar ritual adat dan budaya di desa-desa oleh masyarakat dalam berbagai kesempatan.

"Termasuk eksistensi Parabela-tetua adat, sebagai ujung tombak adat dan budaya dalam beragam aktivitas dan kehidupan masyarakat Buton Selatan,” kata mantan Sekdin Bappeda Busel ini.

Di Buton Selatan terdapat 24 baruga. Baruga merupakan tempat pertemuan musyawarah dan kegiatan kebudayaan lain masyarakat yang umumnya berada di benteng kuno yang tersebar di tujuh kecamatan di Buton Selatan.

Ia memaparkan, penyelenggaraan perdana Buton Selatan Festival ini merupakan menjadi tonggak upaya penting dilakukan Pemkab Busel. Untuk mempromosikan potensi kekayaan dan keindahan alam serta keunikan budaya yang dimiliki sebagai diferensiasi budaya dibandingkan daerah lain di Indonesia.

Ahmad Syahroni menjelaskan, ciri khas kebudayaan Busel, yakni paduan ragam budaya Kesultanan Buton tua dan budaya bahari, karena pada umunya masyarakat Buton Selatan dikenal sebagai pelaut tangguh.

“Pelaksanaan Buton Selatan Festival (BSF) 2019 sekaligus untuk mengukuhkan Busel menjadi salah satu destinasi tujuan wisata baru di Sulawesi Tenggara,” harapnya.

Pariwisata ini yang akan terus digenjot dan dipromosikan. Saat ini memang menjadi salah satu program unggulan Pemkab Busel. Agar nantinya secara bertahap dapat memberikan dampak langsung bagi perekonomian masyarakat. Meskipun diakui waktu promosi ini cukup membutuhkan finansial dan waktu yang tak sedikit.

Rangkaian acara BSF akan digelar selama tiga hari diadakan di Lapangan Lakarada, Batauga, sejak tanggal 29-30 November hingga 1 Desember 2019.

Ia menambahkan, pelaksanaan festival perdana di tahun ini akan menyuguhkan sejumlah acara unggulan. Sebagai etalase bagi masyarakat luas untuk mengenal lebih jauh adat dan budaya, kehidupan masyarakat bahari, kekayaan kuliner dan wastra, serta potensi kreatif yang dimiliki masyarakat Buton Selatan.

Rangkaian acara akan terdiri atas festival parade budaya, karnaval perahu nelayan, ritual adat, pagelaran tari persembahan para pelajar, pemilihan duta wisata Busel, zona kuliner dan kreatif, lomba-lomba tradisional hingga fashion show tenun Buton.

Kegiatan itu untuk salah satu upaya memperkenalkan lebih jauh budaya bahari serta potensi laut. Karnaval Perahu di BSF 2019 akan diikuti ratusan kapal nelayan, sebagai bentuk partisipasi dan kebanggaan masyarakat bahari Busel dengan melintasi perairan Batauga.

Kemudian ada acara parende budaya yang memiliki filosofi mendasar sebagai wujud toleransi dan kehidupan damai di Busel yang sejak lama telah mengenal konsep demokrasi sejak era Kesultanan Buton.

Ia menjelakan, kekayaan tenun Buton juga akan mendapat tempat tersendiri di panggung BSF melalui fashion show tenun, berkolaborasi dengan desainer yang karyanya telah mewarnai catwalk bergengsi di nasional di ajang Inonesia Fashion Week dan negara tetangga.

Sedangkan ajang pemilihan duta wisata adalah untuk menemukan potensi generasi muda Buton Selatan yang kenal budaya mereka sekaligus berwawasan, untuk menjadi duta dan wajah Buton Selatan dalam berbagai kegiatan promosi pariwisata. (aga)

Bagikan