Dinkes Busel Launching Program Sirami Gizi

PUBLIKSATU, BUTON SELATAN - Pemerintah Kabupaten Buton Selatan (Busel) melalui Dinas Kesehatan melakukan launching inovasi bidang kesehatan aksi ramah peduli pemulihan (Sirami) gizi di Desa Sandang Pangan, Kecamatan Sampolawa, Rabu (20/11). Program ini merupakan pilot projek di Kabupaten Busel.
Program ini bertujuan dalam upaya pencegahan dan penanggulangan stanting di Kabupaten Buton Selatan. Pecegahan dan penanggulangan stanting ini merupakan program Kementrian Kesehatan RI di tahun 2020 mendatang.
Mensukseskan program itu, Dinkes Busel berinovasi bidang kesehatan dengan aksi ramah peduli pemulihan gizi bagi seluruh masyarakat Busel.
Asisten I Setda Provinsi Dr Syarifudiin Syafaa didampingi Asisten I Setda Busel LM Muslim Taangi melakukan launchig secara simbolis pelepasan balon.
Plt Kepala Dinas Kesehatan Busel La Ode Budiman melalui, Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinkes Busel La Ode Rusli SKM mengatakan, launching ini menjadi pilot projek pertama di Busel. Dilakukan di desa Sandang Pangan karena juga berkaitan dengan program P2WKSS. Salah satu poin penilaian P2WKSS ini juga merlihat inovasi didesa salah satunya bidang kesehatan.
La Ode Rusli menjelaskan, khsusus terkait aksi ramah peduli pemulihan (Sirami) gizi ini adalah jasa dibidang kesehatan diharapkan semua stakholder itu tidak hanya bidang kesehatan ikut terlibat dan atau peduli terhadap pencegahan stanting kedepan.
"Karena fokos tahun 2020 Dinkes Busel, Dinkes Provinsi Sultra maupun kementrian kesehatan kedepan untuk fokus penanggulangan stanting dari pusat hingga daerah. Salah satu wujud mendukung dan mensukseskan itu Dinkes menggelar aksi Sirami gizi," katanya.
Menurutnya, program Sirami Gizi ini diharapkan menjadi kepedulian bersama. Bukan hanya tugas Dinkes Busel. Namun membudaya dan mendarah daging ke lapisan masyarakat melalui pola hidup serta makan sehat.
"Mudah=mudahan launching ini kita bisa atasi pelan-pelan dan bertahap penurunan stanting dan pemulihan gizi buruk kedepan di Busel," harapnya.
Menurut Rusli, kampanye program sirami ini tentu harus perdayakan seluruh masyarakat kedepan. Salah satu tujuanya adalah bagaimana ibu-ibu khsusunya memperhatikan bayi balita yang terkena stanting memberikan pendidikan gizi kepada mereka khsuusnya pada 100 hari pertama kehidupan memberikan pendidikan gizi. Pola hidup sehat yang baik dan benar.
Ia menjelaskan, intervensi program Sirami yang dilakukan pemerintah adalah selain memberikan pendidikan gizi juga memberikan pemahaman kepada masyarakat bagimana pentingnya makanan yang sehat itu khususnya bagi balita dan ibu hamil selama 1000 hari kehidupan.
Kedepan ia berharap mulai 1000 hari kehidupan dan 2 tahun anak itu diharapkan tidak terkena stanting dan gizi buruk. Mulai dari 1000 hari kehidupan sampai 2 tahun itu diharapkan ibu memahami dan mengetahui pola hidup sehat dan pendidikan gizi. Pada prinsipnya program pola hidup sehat ini diharapkan membudaya di masyarakat.
"Target sirami gizi bagimana masyarkat peduli dan ikut serta dalam pemulihan gizi dan stanting dan pemberian kesadaran akan pola hidup sehat. Kemudian hasilnya indikatornya apakah stanting itu bisa turun. Keadaaan gizi buruk pada anak itu bisa turun atau tidak. Bisanya diatasi atau tidak, itu poin utamanya," ujarnya.
Ia juga berharap program inovasi Sirami ini juga dikampanyekan seluruh kabupaten/kota se Sultra. "Kami berharap launching ini tidak hanya pada launching ini saja kalau bisa sirami gizi ini tidak hanya Busel tapi juga di jazirah seluruh Sultra bahkan nusantara. Sehingga penanganan stanting dan soal gizi itu bisa ditangani secara bersama-sama," harapnya. (aga)