DPRD Sultra Cekcok Soal Pinjaman 1,2 Triliun, Syahrul Said: Pembangunan Harus Terus Berlanjut

PUBLIKSATU, KENDARI - Anggota DPRD Sulawesi Tenggara (Sultra) saling berbeda pendapat terkait pinjaman pemerintah provinsi sebesar 1,2 Triliun untuk pembangunan tiga proyek yakni jalan penghubung Kendari-Toronipa, pembangunan Rumah Sakit Jantung bertaraf Internasional dan Perpustakaan Modern bertaraf Internasional.
Menyikapi hal tersebut, Anggota DPRD Sultra Syahrul Said menilai perbedaan pendapat itu hanyalah sebuah dialektika dalam legislatif yang sifatnya individu. Menurutnya, pembangunan tiga proyek tersebut perlu diapresiasi untuk acuan pembangunan jangka panjang yang dapat memberikan peningkatan kesejahteraan untuk seluruh masyarakat Sultra.
"Keinginan teman-teman Anggota DPRD Provinsi Sulawesi Tenggara untuk melakukan Paripurna ulang dan tentang pembatalan atau pencabutan persetujuan pinjaman Pemprov Sultra sebesar Rp 1,2 Triliun kepada PT SM, itu tidak berdasar. Karena pinjaman tersebut, telah melalui serangkaian proses yang sesuai dengan regulasi yang ada. Sehingga pimpinan DPRD Povinsi Sulawesi Tenggara haruslah lebih bijak dalam melakukan pengkajian yang mendalam, apalagi pinjaman tersebut sudah dalam bentuk produk hukum dalam hal ini Perda," kata Syahrul Said.
-
Syahrul Said
"Pengerjaan tender mega proyek yang ada di Sultra harus terus berlanjut dan mengenai adanya pengerjaan tersebut haruslah diberikan suport serta apresiasi yang tinggi. Perbedaan pendapat di DPRD Provinsi Sultra mengenai peminjaman dana Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara dalam rangka menyelesaikan pekerjaan pembangunan yang ada di Sulawesi Tenggara itu adalah persoalan dialetika ber DPRD," sambung kader Partai NasDem itu.
Untuk itu, Arul sapaan akrab Syahrul Said mengimbau semua pihak untuk tidak melakukan reaksi yang berlebihan. Sebab program tersebut untuk kemajuan Sultra.
"Oleh karena itu, program peminjaman uang untuk mengenjot infrastruktur yang ada di Sultra tidak perlu diperdebatkan lagi. Dimana disamping tujuannya untuk membangun infrasruktur yang ada di Sulawesi Tenggara, mega proyek ini juga dapat meningkatkan pendapatan PAD, meningkatkan kesehatan masyarakat serta mencerdaskan dan menaikan mutu pendidikan seluruh masyarakat," harapnya. (m1)