Harapan Asisten 1 Sekda Provinsi Sultra Terhadap P2WKSS
Bagikan

DESA Sandang Pangan, Kecamatan Sampolawa mewakili Kabupaten Buton Selatan (Busel) dalam program peningkatan peran wanita menuju keluarga sehat dan sejahtra (P2WKSS) tingkat Provinsi Sulawesi Tenggara.
Laporan: Nusman Nagara Muli, Buton Selatan
RABU (20/11), tim penilaian dan evaluasi program terpadu P2WKSS terjun langsung ke lapangan yang dipimpin langsung Asisten I Sekda Provinsi Syarifudin Syafaa.
Sejak sebulan belakangan ini Pemkab Busel dan seluruh stakeholder serta Tim Penggerak PKK Kabupaten, PKK Kecamatan, PKK Desa Sandang Pangan sudah melakukan pemantapan persiapan secara matang mensukseskan mewujudkan program P2WKSS di Desa Sandang Pangan.
Desa yang memiliki puncak "gunung teletabis" ini cukup menarik. Memiliki sejumlah rumah panggung khas Buton. Sejumlah rumah tersebut sudah dipoles dan dipercantik.
Asisten I Setda Provinsi Sultra Syarifudin Syafaa mengatakan, penilaian dan evaluasi program terpadu peningkatan peran wanita menuju keluarga sejahtra tingkat Sultra tim memasuki kabupaten ke 14 di Busel yang dinilai dari 17 kabupaten kota di Sultra. 13 Kabupaten sudah dikelilingi. Tersisa di wilayah Kepulauan Buton.
Kata dia, sesuai program Gubernur dan Wagub Sultra sudah menetapkan visi misinya gerakan akselerasi membangun terpadu (Gaya Barata) adalah merupakan cerimanan dari pada program visi misi yang telah ditetapkan Perda Provinisi dengan menggunakna lima pilar sultra cerdas, sehat, bantuan keluarga miskin, beradab dan sultra produktif.
Program ini sangat tujuan dan sasaran dengan prgram P2WKSS. P2wKSS adalah program terpadu peningkatan peranan perempuan yang menggunakan lintas program pembangunan secara terkoordinasi meningkatkan kesejahtraan keluarga guna mencapai tingkat kehidupan yang berkualitas.
Ini juga merupakan program strategis kabupaten/kota. Merupakan moment yang tepat untuk mensinergikan program dengan melibatkan berbagai unsur, pemerintah, masyarakat dunia usaha dan lembaga masyarakat dalam rangka menanggulanagi kemiskinan melalui peren perempuan. Dengan memanfaatkan sumber daya alam dan lingkungan untuk meweujudkan dan mengembangkan keluarga sehat, sejahtra dan bahagia mayarakat desa dan kelurahan untuk perempuan sebagai penggeraknya.
Program p2wkss meningkatn program pemerintah, masyarakat dan dunia usaha dalam merubah sarana dan prasarana fisik menjadi desa yang tertib indah aman, nyaman dan asri serta melakukan peningkatan pemberdayaan masyarakat.
Ia berharap pemerintah kabupaten serta pemerintah kecamatan dan desa kelurahan agar situasi seperti saat ini dapat dipelihara, dipertahankan bahkan dtingkatkan. Dengan melakukan pembinaan-pembinaan lanjutan pasca kegiatan ini secara tepadu lintas sektor. Menciptakan inovasi baru khususnya dalam rangka peningkatan peran serta perempuan.
Sehingga desa ini menjadi contoh desa mandiri, motivasi bagi desa lainya baik lintas kabupaten dan provinsi. Ia berharap program ini tidak berhenti ini disini saja.
Jangam sampai setelah penilaian lomba sudah tidak terjalin lagi antara hubungan pemerintah lembaga masyarkat dan dunia usaha serta masyarkat. sehingga program p2wkss hanya bersifat seremonial tidak memberikan dampak dan efek positif secara berkelanjutan bagi masyarakat.
P2WKSS ini, kata dia, bukan hanya peran perempuan namun juga peran laki-laki dalam akses partisipasi. Agar p2wkss jangan hanya sekedar seremonial atau hanya untuk mendapatkan juara. Tapi manfaat program p2wkss dapat diseluruh masyarakat desa khususnya perempuan. Sehingga program mencipatkan keluarga tangguh, sejahtra, sehat membudaya di masyarakat.
Hadir dalam penilaian dan evaluasi ini Asisten I Setda Busel LM Muslim Taangi, Ketua Tim TP PKK Busel, Ketua Dharma Wanita, sejumlah Kepala OPD, anggota DPRD, sejumlah camat se- Busel, kades/lurah se Kecamatan Sampolawa. (***)