Berita Terkini
Busel

Busel Produktif Gencarkan Menu Pangan Lokal

Oleh Redaksi Publiksatu / Rudi · Sabtu, 23 November 2019 16:26 WIB · 3 menit baca
Bagikan
Busel Produktif Gencarkan Menu Pangan Lokal
Para pengunjung stand Dekranas Buton Selatan di Hari Pangan Sedunia (HPS) yang digelar di Sultra

PUBLIKSATU, BUTON SELATAN - Dinas Ketahanan Pangan Buton Selatan (Busel) menggelar lomba cipta menu berbasis pangan lokal non beras dan non tepung terigu. Lomba ini digelar saat penilaian dan evaluasi peningkatan peranan wanita menuju keluarga sehat sejahtera (P2WKSS) di Desa Sandang Pangan, Rabu (20/11).

Plt Kepala Dinas Ketahanan Pangan Busel, Wa Ode Haida menjelaskan, misi Kabupaten Busel tahun 2020 adalah Busel produktif. Salah satu langkah upaya mewujudkan itu, pihaknya sudah melakukan berbagai upaya yang menjadi tanggung jawab dan tugas ketahanan pangan.

"Beberapa waktu lalu kita juga sudah ikut serta di hari Pangan Sedunia dengan menampilkan pangan lokal yang ada di Busel," katanya.

Lebih jauh ia menjelaskan, dalam Lomba Cipta Menu (LCM) B2SA Berbasis Pangan Lokal tingkat Buton Selatan. Ini merupakan agenda tahunan yang rutin diadakan Dinas Ketahanan Pangan.

Hal ini lanjut Haida, lomba ini dalam upaya melakukan untuk menggali potensi ketahanan pangan lokal yang ada di Busel. Dengan begitu pangan lokal dalam kehidapan sehari-hari masyarakat baik di desa dan kelurahan diharapkan dapat memicu semangat serta motivasi agar warga dapat melakukan inovasi dalam mengolah hasil kebun yang ada disekitar lingkungan setempat.

Lomba Cipta Menu yang diadakan saat ini adalah olahan pangan non beras juga non tepung terigu. Kegiatan ini merupakan ajang bagi cheef berbakat tingkat kabupaten Busel untuk beradu kelihaian dalam memadukan bahan-bahan yang ada juga murah dan mudah terjangkau.

Juga memberkan edukatif kepada masyarakat desa/kelurahan di Busel untuk terus berinovasi dalam menyiapkan santapan yang bergizi berbasis ketahanan pangan lokal non beras dan non tepung terigu.

"Kuliner kali banyak yang menampilkan olahan dari daun kelor (jus kelor dan puding kelor juga sup buah kelor). Ini yang menarik karena kelor ini makanan khas sehari-hari yang sering dijumpai dan sudah akrab dengan lidah masyarakat Buton pada umumnya," katanya.

Dengan adanya inovasi mengolah daun kelor ini diharapkan menjadi edukasi bagi masyarakat untuk menyajikan mengolah daun kelor maupun ketahanan pangan lain dengan tetap mengedepankan optimalisasi peningkatan gizi.

Dikatakan, selain itu juga ada olahan bahan dari batang pisang muda yang diolah juga sup dan sayur yang rasanya tidak kalah dengan makanan restoran.

"Pemenang dalam lomba tingkat kabupaten ini akan mewakili Buton Selatan ke lomba tingkat Provinsi nanti," katanya.

Seperti diketahui Lomba Cipta Menu (LCM) B2SA Berbasis Pangan Lokal non beras dan non tepung terigu tingkat Buton Selatan dirangkaikan dengan penilaian dan evaluasi program P2WKSS di Desa Sandang Pangan, Kecamatan Sampolawa. Juara satu lomba LCM B2SA diraih PKK Kecamatan Sampolawa. Juara dua PKK Kecamatan Lapandewa, Ketiga PKK Batauga. Harapan satu tim PKK Siobar, harapan dua tim PKK Kadatua dan Harapan tiga PKK Siompu.

Sementara tingkat Kecamatan Sampolawa juara satu tim PKK Desa Bahari, juara dua PKK Kelurahan Katilombu, juara tiga PKK Kelurahan Todombulu, harapan satu PKK Desa Watiginanda, harapan dua PKK Desa Wawoangi, Harapan tiga PKK Desa Bangun. (aga)

Bagikan