Berita Terkini
Nasional

Mantan Pekerja Farmasi Ditangkap, Jual Ganja, Sabu Hingga Obat Aborsi

Oleh Redaksi Publiksatu / Kasim · Sabtu, 23 November 2019 20:11 WIB · 2 menit baca
Bagikan
Mantan Pekerja Farmasi Ditangkap, Jual Ganja, Sabu Hingga Obat Aborsi
Kapolres Sukoharjo AKBP Bambang Yugo Pamungkas (seragam polisi) menginterogasi AMD (peci hijau) dan ME (peci putih)

PUBLIKSATU, Perbuatan AND, 31, tidak hanya merusak generasi muda, tapi juga mematikan generasi penerus. Sebab, selain mengedarkan ganja dan sabu-sabu, warga Candisari, Semarang Kota ini menjual obat aborsi.

AND diringkus bersama tersangka pengedar narkoba lainnya, ME, 31, warga Susukan, Kabupaten Semarang di Jalan Adi Soemarmo RT 2 RW 3, Wirogunan, Kartasura, Kamis (24/10).

Kapolres Sukoharjo AKBP Bambang Yugo Pamungkas mengatakan, keduanya ditangkap dalam waktu bersamaan usai transaksi. “Ada warga yang melapor bahwa lokasi tersebut (Jalan Adi Soemarmo, Wirogunan, Kartasura) sering dijadikan tempat transaksi narkoba. Kami tindaklanjuti dengan memantau lokasi pada Kamis (24/10). Sekitar pukul 07.00, kami berhasil mengamankan dua orang (AND dan ME) yang gerak geriknya mencurigakan," bebernya, Jumat (22/11).

Hasil penggeledahan, polisi menemukan paket sabu seberat 0.98 gram dan 8.02 gram, serta ganja kering yang disembunyikan di dalam bungkus rokok. Ikut disita satu sepeda motor, STNK, serta telepon seluler.

"Mereka ini pemain lama. Tidak hanya sebagai pemakai, tapi juga kurir. AND ini ternyata buronan Polres Sleman terkait penjualan obat penggugur kandungan," terang. Sebab itu, Polres Sukoharjo akan berkoordinasi dengan Polres Sleman.

Terkait penyalahgunaan narkoba, AND dan ME akan dijerat Undang-Undang Nomor 35/2009 tentang Narkotika dengan ancaman hukuman empat tahun penjara.

"Keduanya diketahui memiliki, menyimpan, dan menyediakan narkotika golongan I yakni sabu dan juga ganja, serta permufakatan jahat karena melakukan tindak pidana narkotika," ungkapnya.

Kepada penyidik, AND mengedarkan narkoba tidak hanya di wilayah Sukoharjo. Dari hasil penjualan satu paket sabu, dia memperoleh keuntungan sekitar Rp 300 ribu.

"Saya dapat narkotikanya dari teman di Purwokerto. Saya juga menjual obat penggugur kandungan karena dulu pernah bekerja di (perusahaan) farmasi di Semarang Kota," terangnya. (radarsolo/jp)

Bagikan