Nasional

Apresiasi Guru Prasejahtera, ACT Gelar Program Sahabat Guru Indonesia

Oleh Redaksi Publiksatu / Kasim · Selasa, 26 November 2019 02:56 WIB · 3 menit baca
Bagikan
Apresiasi Guru Prasejahtera, ACT Gelar Program Sahabat Guru Indonesia

PUBLIKSATU, Mengabdi menjadi guru terkadang bukanlah sebuah jalan mudah, terutama untuk para guru yang kondisi ekonominya terbatas. Fakta tersebut mendorong Aksi Cepat Tanggap (ACT) menghadirkan program Sahabat Guru Indonesia, yakni program bantuan beaguru untuk guru prasejahtera.

Ketua Dewan Pembina ACT, Ahyudin mengatakan bahwa tujuan utama program Sahabat Guru Indonesia adalah untuk memberikan kontribusi perbaikan pendidikan di Indonesia. Salah satunya pada kesejahteraan ekonomi para guru.

”Program ini sebagai medium untuk menyemangati guru-guru prasejahtera dalam mengabdi. Guru merupakan elemen penting dalam menentukan kualitas pendidikan, peran guru merupakan peran sentral untuk membangun karakter anak bangsa,” jelasnya di Kantor ACT, Senin (25/11).

Menurutnya, membantu orang yang kesusahan adalah bentuk kesenangan batin yang tidak ternilai. “Kami ingin terus menebar manfaat dan menjadi jembatan dari jiwa-jiwa dermawan baik nasional maupun global untuk masyarakat yang membutuhkan,” tambahnya.

Selain itu, Direktur Program ACT Wahyu Novyan menyebut, fakta bahwa guru di berbagai pelosok negeri banyak yang berpendapatan sangat kecil. Alhasil, hal ini merupakan pekerjaan rumah bersama bagi pemerintah.

“Mereka yang telah mengabdikan diri untuk pendidikan negeri butuh perhatian lebih. Misalnya, salah satu guru di Sikakap digaji 500 ribu per bulan. ltu pun tak dibayar tiap bulan karena keadaan perekonomian sekolah yang tak menentu. Walau begitu, para pengabdi negeri ini tak kenal lelah membimbing penerus bangsanya,” kata dia.

Tantangan untuk terus memajukan pendidikan anak bangsa terus muncul. Mulai dari sulitnya akses menuju sekolah, fasilitas sekolah yang belum memadai, hingga minimnya pendapatan para guru, termasuk yang dialami oleh guru MI (madrasah islamiyah) Al-Huda Rancapinang bernama Ramsudin Fairi.

“Pada tahun 2009 saya mengajar dengan sukarela tanpa ada yang bayar satu rupiah pun. Tapi semua itu terus saya jalani tanpa terhenti ditengah jalan karena pada waktu itu sekolah kami belum mendapatkan izin operasional dari Departemen Agama Kabupaten Pandeglang,” ucap Fairi.

Kemudian, pada tahun 2010 sekolanya baru mendapatkan izin operasional. Sekolah tersebut diisi oleh 21 murid dengan kondisi bangunan berbentuk gubuk dan hanya memiliki 2 ruang belajar berukuran ruangan 3 meter persegi.

“Semua operasional yang ada pun merupakan hasil jerih payah swadaya masyarakat. Pada tahun yang sama, para guru di sana baru mendapat gaji per bulan Rp 100 ribu dan dibayarkan setiap tiga bulan sekali. Pada tahun 2013 sampai dengan saat ini, saya mendapatkan gaji per bulan Rp 300.000 dan dibayarkan setiap 3 bulan sekali,” tuturnya.

Dalam memperingati Hari Guru Nasional, melalui program Sahabat Guru Indonesia, para guru prasejahtera di Indonesia akan menerima beaguru untuk menunjang ekonomi mereka. Kriteria guru yang menerima manfaat dari program ini adalah mereka yang berpenghasilan di bawah Rp 1 juta termasuk guru honorer dan tahfiz.

”Program ini akan memberikan tunjangan kepada guru-guru dengan keterbatasan ekonomi di seluruh Indonesia, terlebih mereka yang masih berpenghasilan tak menentu dan rendah. Semoga program ini dapat menyemangati para guru dan pendidikan Indonesia bisa menjadi Iebih baik,” tutup Wahyu.

Caption: Para guru prasejahtera dari berbagai wilayah di Indonesia mendapatkan bantuan dari ACT di kantor ACT, Jakarta, Senin (25/11). (JP)

Bagikan