Kapal Perang AL Singgah Isi BBM di Baubau

PUBLIKSATU, BAUBAU - Kapal Republik Indonesia (KRI) Teluk Cendrawasih menyempatkan bersandar di Pelabuhan Murhum. Kapal perang milik TNI Angkatan Laut (AL) ini singgah mengisi Bahan Bakar Minyak (BBM) termasuk kebutuhan lainnya di Kota Baubau.
Kapal dengan nomor lambung 533 ini sedang memantau daerah perbatasan terpencil sektor bagian selatan seperti Kupang, Saumlaki, Tual, Timika, Merauke, serta perbatasan Timor Leste, dan Australia. Kapal berisi 71 personil ini melaksanakan misi mewujudkan keamanan perairan laut Nusantara terutama di bagian timur Indonesia.
"Disini (Pelabuhan Murhum) kita singgah isi BBM dan keperluan lain, setelah itu kita lanjutkan perjalanan. Untuk BBM, kita berencana mengisi 90 itu ton solar," ungkap Komandan KRI Teluk Cendrawasih 533, Mayor Laut (P) Nurfarid Syarifuddin, dikonfirmasi diatas kapal, Senin (25/11).
KRI Teluk Cendrawasih, jelas Perwira satu melati ini, berfungsi untuk mengangkut tank-tank amphibi marinir apabila melaksanakan operasi gabungan di darat, laut dan udara. Juga dilengkapi sejumlah persenjataan salah satunya meriam.
Menurut dia, selama beberapa bulan terakhir melaksanakan tugasnya pihaknya belum menemukan aktivitas nelayan-nelayan asing menangkap ikan di perairan bagian timur Indonesia. Begitu juga human traffiking (perdagangan manusia) melaui sangat jarang ditemukan di jalur laut Indonesia timur.
"Kalau daerah sini (Sultra termasuk Kota Baubau) itu kerawanannya masalah pengiriman tambang nikel. Aturannya itu kan harus diolah dulu di Indonesia setelah itu baru bisa diekspor ke luar negeri," ujarnya.
Dia menambahkan, beberapa waktu lalu, pihaknya membentuk Satuan Tugas (Satgas) melaksanakan perintah Kementerian untuk memeriksa ulang pengiriman nikel. " Memang ada perintah khusus untuk tambang nikel ini. Kalau kami memeriksa di bagian timur perbatasan di pulau-pulau terpencil," tandasnya.(exa)