Dikbud Sultra Gelar Pegelaran Seni Budaya dan Launching SMS

PUBLIKSATU, KENDARI - Masih dalam rangkaian memperingati hari guru nasional, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Sultra menyelenggarakan pegelaran Seni Budaya dan launching Siswa Mengenal Sultra (SMS) yang dilaksanakan di Aula Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Sultra,(25/11) kemarin.
Plt Kadis Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Sulawesi Tenggara Drs Asrun Lio Mhum PhD mengatakan, kegiatan ini merupakan rangkaian dalam memperingati Hari Guru Nasional (HGN) yang jatuh pada tanggal 25 November. Dimana hari ini, semua Sekolah Kabupaten/Kota sudah melaksanakan upacara Hari Guru Nasional dan Hari Ulang tahun PGRI serta seluruh Siswa dan Siswi bisa memperkenalkan warisan budaya dan keariafan lokal agar tidak tergilas zaman.
"Dalam upacara perayaan Hari Guru Nasional dan Hari PGRI, kita tidak mengaharapkan seremonial mengenai pengenai menanamkan seni budaya dan warisan budaya kepada Siswa/i. Akan tetapi, dalam momen hari Guru ini, bagaimana Pemerintah ini memikirkan kesejateraan maupun pemerataan Guru yang ada di Kabupaten/Kota di Sulaweai Tenggara," jelasnya.
Dimana untuk Kabupaten/Kota untuk ketersedian Guru kita masih serba kekurangan. Untuk saja Gubernur Sulawesi Tenggara H Ali Mazi SH mengangkat sebanyak 3750 Guru Honorer, meskipun masih kurang dan belum memenuhi kwota karena ketersediaan PNS khususnya Guru masih kurang serta pihaknya akan memberikan data kebutuhan Guru di Kabupaten/Kota.
"Untuk kebutuhan Guru di Sulawesi Tenggara sangat penting, karena setiap tahunnya Guru ada yang pensiun dan tentunya harus ada pengganti. Tetapi kalau untuk meningkatkan pendidikan maka harus ada penambahan sehingga kami dari Dikbud Sulatra akan selalu memberikan data kebutuhan Guru di Kabupaten/Kota di Sulawesi Tenggara demi peningkatan pendidikan serta mencerdaskan kehidupan bangsa," terangnya.
Tambahnya, hari ini pihaknya melaksanakan kegiatan Pegelaran Seni Budaya dan Launching Siswa Mengenal Sultra (SMS) dalam rangka agar seluruh siswa lebih mengenal budaya serta kearifan lokal. Serta generasi penerus bisa mengenal dan mempertahankan budaya serta adat istiadat sehingga tidak hilang tergilas modernisasi dan zaman.(m1)