Berita Terkini
Sultra

Momen Hari Guru, Suharmin: Kepemimpinan Asrun Lio, Banyak Memberikan Perubahan

Oleh Redaksi Publiksatu / Rudi · Rabu, 27 November 2019 17:04 WIB · 3 menit baca
Momen Hari Guru, Suharmin: Kepemimpinan Asrun Lio, Banyak Memberikan Perubahan
Plt Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Sulawesi Tenggara, Asrun Lio

PUBLIKSATU, KENDARI - Dewan Eksekutif APKS-PGRI Sultra ucapkan terima kasih dan apresiasi kepemimpinan Drs Asrun Lio Mhum PhD selaku Plt. Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Sultra.

Apresiasi tersebut disampaikan dalam momentum hari Guru Nasional dan HUT ke-74 PGRI yang jatuh pada tanggal 25/11/2019. Hal ini diungkapkan Suharmin Arfad selaku Ketua Dewan Eksekutif APKS PGRI Sultra, mewakili Anggota PGRI yang tergabung dalam wadah komunitas guru, baik MGMP, maupun organisasi yang bernaung di bawah APKS PGRI seperti Asosiasi Guru Menulis, Ikatan Guru Teknogi dan Informasi (IG-TIK), kemarin.

"Dalam setahun terakhir selama kepimpinan Drs. Asrun Lio, telah banyak memberikan perubahan ke arah yang positif, baik dari segi layanan kepada guru maupun manajemen dalam memimpin Dinas Pendidikan dan Kebudayaan. Secara kelembagaan, di internal Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Pak Asrun telah melakukan reformasi besar-besaran,” kata Suharmin dalam Rilisnya.

Suharmin yang juga mahasiswa Program Doktor Ilmu Manajemen tersebut, memberikan ncontoh misalnya dalam hal layanan. Pengurusan Kenaikan Gaji Berkala (KGB) sebelumnya memakan waktu lama sampai lebih dari seminggu serta terjadi pungli. Namun sekarang lebih cepat, tinggal dalam hitungan jam, pelayanan kenaikan pangkat lebih transparan dan mampu mengeliminir praktek percaloan.

"Dengan hal tersebut, dapat meningkatkan kesejahteraan Guru melalui pembayaran Tunjangan Sertifikasi dan Non Sertifikasi serta mewujudkan salah satu program unggulan Gubernur Sulawesi Tenggara yang sangat ditunggu-tunggu yaitu insetif bagi tenaga Guru Tetap Non ASN. Juga dalam pengesahan ijazah tanpa pungutan dan cepat, penyelenggaraan dana BOS yang sangat baik sehingga banyak sekolah yang mendapatkan dana BOS Kinerja," jelasnya.

Dalam hal manajemen, sambungnya, Asrun Lio, mampu mereduksi dan menghilangkan pengkotak-kotakan dalam internal Dinas Pendidikan dan Kebudayan. Hal ini, dibuktikan beliau dalam hal distribusi Perjalanan Dinas yang selama ini didominasi oleh segelintir orang menjadi merata dan sesuai tupoksi masing-masing secara profesional serta banyak hal lainnya yang lebih positif.

"Selain itu, hanya dalam kurun waktu kurang dari satu tahun sejak menjabat Desember 2018, Asrun Lio selaku Plt Kadis Pendidikan dan Kebudayaan mampu mendongkrak mutu pendidikan Sulawesi Tenggara berdasarkan pemetaan yang dilakukan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Yakni dari peringkat ke 32 dari 35 provinsi se Indonesia atau peringkat ketiga dari bawah naik menjadi peringkat 24 atau naik delapan peringkat ke atas," ulasnya.

Kata Suharmin, sungguh hal ini merupakan prestasi yang perlu dibanggakan dan diberi panghargaan. Prestasi ini sekaligus merupakan prestasi Bapak Gubernur dan Wakil Gubernur Sulawesi Tenggara dalam memimpin Sulawesi Tenggara. Untuk mewujudkan hal tersebut lanjut Suharmin, tentu bukanlah perkara yang mudah dan bukan seperti membalikan telapak tangan bahkan sebagai isapan jempol semata.

"Karena tantangan dan hambatan yang dihadapi oleh Plt Kadis Pendidikan (Asrun Lio) sangat berat, termasuk kasus-kasus warisan yang terjadi di masa kepemimpinan sebelumnya. Apalagi rongrongan dari beberapa pihak yang belum paham tentang banyak masalah. Semua beliau hadapi dengan tenang dan menggunakan strategi jitu yaitu ramah-humanis, cerdas, dan berwibawa," imbuhnya.

Untuk itu, tambah Suharmin Arfad selaku Ketua Dewan Eksekutif Asosiasi Profesi Keahlian Sejenis (APKS) PGRI Provinsi Sulawesi Tenggara berharap kepempinan Drs Asrun Lio Mhum PhD bisa menjadi inspirasi, spirit dan tonggak perubahan bagi semua guru. Terutama dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat yang membutuhkan pendidikan untuk mencerdaskan kehidupan bangsa sesuai amanah Undang-undang Dasar 1945. Dimana dalam menjalankan Tugas Pokok dan Fungsinya, yaitu mendidik, mengajar dan melatih, seorang guru harus ikhlas, jujur dan memahami posisinya sebagai abdi negara dan abdi masyarakat. (m1)